Petani Trenggalek Rayakan Hari Krida Pertanian ke-54 di Agropark
Trenggalek, 22 Juni 2026 — Ratusan petani, penyuluh, dan pejabat daerah berkumpul di Agropark Trenggalek pada Minggu malam untuk memperingati Hari Krida Pertanian ke-54. Acara tirakatan digelar sebagai ungkapan syukur atas panen, sekaligus memperkuat harapan menuju swasembada pangan.
Peringatan sederhana, makna besar
Malam itu cuaca sejuk dan aroma tanah basah menyelimuti Agropark. Para petani datang dari berbagai kecamatan bukan dengan hasil panen, melainkan membawa rasa syukur dan kebersamaan.
Acara berlangsung khidmat di bawah lampu yang temaram. Hadir dalam forum itu tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah yang duduk bersama tanpa sekat jabatan.
Pesan pimpinan daerah
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, yang turut hadir, menekankan pentingnya memprioritaskan kesejahteraan petani dalam setiap program pembangunan pertanian.
"Karena di Trenggalek lahan pertanian cukup luas dan petaninya tersebar di banyak kecamatan. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan daerah,"
Doding menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian bukan semata tentang angka produksi, melainkan ketika petani dapat menikmati hasil panennya.
"Parameter keberhasilan di bidang pertanian adalah ketika petani bahagia dengan panen yang melimpah,"
Tradisi hidupkan kebersamaan
Selain doa bersama, acara memuat ritual jamasan Pusaka Among Tani sebagai bentuk penghormatan pada tradisi. Suasana kian hangat saat beberapa perempuan petani bergantian memukul lesung, menghadirkan ritme yang mengingatkan pada kehidupan gotong royong di desa.
Ritual dan musik tradisional itu berfungsi sebagai ajang nguri-uri budaya leluhur sekaligus memperkuat ikatan antarwarga tani.
Puncak acara dan partisipan
Acara ditutup dengan tradisi ambengan dan selamatan bersama di atas tikar. Hidangan sederhana disantap bersama tanpa memandang status sosial, menegaskan nilai kebersamaan dalam komunitas agraris.
Turut hadir antara lain:
- Unsur Forkopimda Kabupaten Trenggalek
- Kelompok tani dan penyuluh pertanian
- Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara
Makna dan harapan ke depan
Di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga, malam tirakatan ini menjadi momen refleksi sekaligus motivasi. Para petani menaruh harap agar sawah tetap subur, panen melimpah, dan kesejahteraan petani meningkat.
Acara mengingatkan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan dukungan kebijakan, pelestarian budaya pertanian, dan sinergi semua pihak.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...
Ratusan Warga Gelar Tahlil untuk Guruh Soekarnoputra di Bangkalan
Ratusan kader dan warga Bangkalan menggelar doa bersama dan tahlil Jumat malam untuk mengenang tujuh hari wa...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Sosial ke 2.000 Pekerja dan UMKM
PDI Perjuangan menyalurkan ribuan paket kepada 2.000 pekerja informal dan pelaku UMKM di Banyuwangi pada 19-...
Prabowo–Megawati Dijadwalkan Bertemu Lagi pada 17 Oktober 2026
Pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati direncanakan 17 Oktober 2026 setelah pertemuan singkat di kediaman M...