Ekonomi

Harga Sayuran di Pasar Jangara Naik, Pasokan Petani Terbatas

Bagikan:
Pedagang dan pembeli di Pasar Jangara memperhatikan sayuran yang dijual

Harga sejumlah sayuran di Pasar Jangara, Kabupaten Sumenep, meningkat sejak Minggu 2 Agustus 2026. Kenaikan terjadi karena pasokan dari petani terbatas, sehingga pembeli dan pedagang mengeluhkan lonjakan biaya kebutuhan dapur.

Kenaikan harga komoditas

Pantauan di lapangan pada Minggu 2 Agustus 2026 menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan. Sawi yang sebelumnya dijual Rp2.000 per ikat kini menjadi Rp3.000 per ikat. Bayam desa naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per ikat. Sementara kangkung meningkat dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 per ikat.

Respons pembeli

Warga pemilik rumah tangga mengaku keberatan dengan kenaikan tersebut karena menambah beban pengeluaran. Seorang pembeli, Mahbubatun, mempertanyakan penyebab lonjakan harga yang memengaruhi anggaran dapurnya.

"Apa mungkin karena dibeli dapur MBG jadi harga di pasaran naik?"

Ia menyatakan belum mengetahui penyebab pasti, namun khawatir kenaikan harga akan berlanjut dan memengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok.

Penjelasan pedagang

Pedagang sayur di Pasar Jangara, Mina, menuturkan kenaikan harga didorong oleh minimnya pasokan dari petani. Menurutnya, harga beli dari petani kini lebih tinggi dari biasanya sehingga pedagang kesulitan menentukan harga jual yang terjangkau bagi konsumen.

"Sekarang stok sayur memang sedikit. Dari petaninya sudah mahal, jadi kami juga bingung. Semua serba mahal, pas mau dijual berapa juga bingung,"

Mina menambahkan bahwa kondisi ini membuat margin pedagang menyempit dan berisiko menurunkan ketersediaan barang di lapak jika pasokan tidak membaik.

Dampak dan harapan

Lonjakan harga sayuran di pasar tradisional berdampak langsung pada daya beli rumah tangga. Pedagang berharap pasokan dari petani kembali normal dalam waktu dekat agar harga berangsur stabil dan kebutuhan pokok dapat dipenuhi dengan harga lebih terjangkau.

Jika pasokan tidak segera membaik, kemungkinan perubahan konsumsi rumah tangga dan tekanan pada anggaran dapur akan berlanjut. Pengawasan distribusi dan ketersediaan komoditas akan menjadi kunci untuk meredam fluktuasi harga ke depan.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait