Lokal

Harga Daging Meugang Banda Aceh Naik Jelang Idul Adha

Bagikan:
Pedagang daging di Pasar Meugang Ulee Kareng Banda Aceh menjelang Idul Adha

BANDA ACEH — Harga daging sapi di Pasar Meugang Ulee Kareng, Banda Aceh, naik signifikan sehari menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Kenaikan terlihat pada Selasa (26/5) saat daging kualitas terbaik dijual Rp180.000 per kilogram, naik dari harga biasanya sekitar Rp130.000 per kilogram.

Kenaikan harga dan prediksi

Kenaikan dipicu melambungnya permintaan menjelang tradisi meugang, yaitu tradisi membeli dan menyantap daging bersama keluarga sebelum hari besar Islam. Pedagang memperkirakan harga dapat terus naik jika permintaan meningkat.

“Harga daging kualitas nomor satu sekarang Rp180 ribu per kilogram. Bisa jadi besok naik jadi Rp190 ribu kalau permintaan banyak,”

— Rahmat, pedagang daging di Pasar Meugang Ulee Kareng

Stok dan variasi produk

Menurut pedagang, stok daging sapi masih mencukupi kebutuhan warga hingga hari meugang. Selain potongan daging, penjual juga menawarkan tulang sapi yang banyak dipakai untuk gulai dan sop.

  • Tulang dengan sisa daging: Rp100.000 per kilogram
  • Tulang biasa: Rp80.000 per kilogram

Respon pembeli dan suasana pasar

Meski harga naik, pasar mulai ramai dikunjungi warga yang berburu kebutuhan meugang. Banyak pembeli memilih tetap membeli sebagai bagian tradisi keluarga, meski harus menanggung biaya lebih tinggi.

“Walaupun harganya naik, tetap beli karena meugang hanya beberapa kali dalam setahun. Anak-anak juga sudah menunggu masakan daging di rumah,”

— Siti, pembeli

Faktor penurunan pembeli

Di sisi lain, beberapa pedagang mengamati jumlah pembeli tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh program pasar murah pemerintah dan potensi distribusi daging kurban pada hari Idul Adha.

“Pembeli menurun karena ada pasar murah. Terus juga banyak yang tidak beli mungkin karena sudah banyak daging kurban,”

— Rahmat

Dampak ekonomi lokal

Tradisi meugang tidak hanya soal kebiasaan kuliner, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Permintaan tinggi sebelum Idul Adha memberi keuntungan bagi peternak, pedagang daging, penjual bumbu, dan pedagang sayuran di pasar tradisional.

Perputaran uang dalam periode meugang memberikan sumber pendapatan tambahan bagi pelaku usaha kecil setempat, sekaligus memperkuat rantai pasokan pangan lokal menjelang hari raya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait