Lokal

Harangan Tapanuli Dilindungi, Pemkab Taput Tandatangani MoU Konservasi

Bagikan:
Penandatanganan MoU pelestarian Harangan Tapanuli dan Orangutan Tapanuli

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara resmi menjalin kerja sama konservasi dengan Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa (Tahukah) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC). Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara pada Senin (8/6) untuk menjaga Harangan Tapanuli dan habitat Orangutan Tapanuli.

MoU dan pihak terkait

Acara dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat S.Si M.Si, Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan M.Eng, dan Sekretaris Daerah Henry MM Sitompul M.Si. Dari pihak lembaga hadir Direktur Eksekutif Yayasan Tahukah Erwin Alamsyah Siregar dan Direktur Eksekutif YOSL-OIC Syafrizaldi. Penandatanganan menegaskan komitmen bersama untuk pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dua fokus utama kerja sama

Kerja sama berfokus pada dua poin strategis. Pertama, penguatan daya dukung lingkungan berbasis kehutanan untuk mendukung pencapaian SDGs serta meningkatkan kesejahteraan warga setempat. Kedua, perlindungan Orangutan Tapanuli dan habitatnya melalui program konservasi berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Pesan pemerintah: pembangunan sejalan pelestarian

Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menekankan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan alam secara bijaksana agar tidak menimbulkan bencana ekologis.

"Alam telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana agar tidak menimbulkan kerusakan yang pada akhirnya menghadirkan bencana seperti banjir, longsor, maupun kekeringan,"

Ia juga mengajak semua pihak menghapus paradigma konfrontatif antara pemerintah dan organisasi lingkungan. Kolaborasi dianggap kunci untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan kelestarian alam.

Pengembangan MHA dan edukasi lingkungan

Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan kawasan Masyarakat Hukum Adat (MHA) sebagai pusat penelitian, edukasi, dan wisata konservasi ramah lingkungan. Lokasi ini dinilai strategis karena aksesnya dekat dengan Bandara Internasional Silangit.

Pemkab juga mendorong penguatan edukasi lingkungan sejak usia dini. Rencana kampanye mencakup materi pembelajaran kreatif, buku edukatif, dan suvenir yang menonjolkan identitas satwa endemik sebagai alat pembelajaran di sekolah.

Wilayah prioritas dan implementasi

Implementasi program akan difokuskan di sejumlah kecamatan yang menjadi bagian penting bentang ekosistem Harangan Tapanuli. Wilayah prioritas meliputi:

  • Simangumban
  • Pahae Julu
  • Sipoholon
  • Parmonangan

Pemerintah merencanakan pula pembangunan ikon Orangutan Tapanuli di lokasi strategis sebagai simbol komitmen. Ikon ini diharapkan mengingatkan publik bahwa menjaga hutan berarti menjaga sumber kehidupan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Dengan langkah ini, Tapanuli Utara menunjukkan arah pembangunan yang tidak sekadar infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mempertahankan keseimbangan ekologis untuk masa depan wilayah tersebut.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait