UMKM Hanarun Handmade Sulap Cangkang Laut Jadi Produk Bernilai
UMKM Hanarun Handmade di Ohoi Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, mengolah cangkang laut menjadi aksesori dan suvenir bernilai ekonomi yang dipasarkan hingga luar daerah. Usaha keluarga ini memanfaatkan bahan alami setempat dan keterampilan rajut untuk menciptakan produk khas Kepulauan Kei.
Produk dan harga
Hanarun Handmade memproduksi berbagai aksesori dan suvenir dengan rentang harga yang beragam. Produk sederhana dijual mulai dari Rp10 ribuan, sementara produk unggulan berupa miniatur perahu tradisional Habo dibanderol hingga Rp750 ribu. Variasi produk ini memungkinkan penetrasi pasar pada segmen berbeda.
Bahan baku dan proses produksi
Usaha ini menekankan penggunaan bahan lokal dan teknik kerajinan tangan. Bahan yang dipakai meliputi:
- cangkang laut;
- tali dan manik-manik;
- daun serta batang pohon;
- karya rajutan tangan.
Produksi dikelola secara mandiri oleh pemilik bersama anggota keluarga yang tergabung dalam kelompok UMKM. Keterlibatan keluarga memastikan kesinambungan keterampilan dan nilai budaya lokal tetap terjaga.
Dukungan pemerintah dan lembaga
Pengembangan usaha mendapat pendampingan dari sejumlah instansi. Dinas Pariwisata membantu proses pengembangan produk hingga pengurusan HAKI, sedangkan Dinas Perindustrian memfasilitasi pengurusan NIB. Dukungan ini membantu legalitas dan perlindungan atas karya lokal.
"Puji Tuhan sejak awal pembentukan dan proses sudah dapat perhatian, secara khusus dapat pendampingan juga dari Dinas Pariwisata sampai proses pemilikan HAKI," kata Makaria Damiana Fautngiljanan.
Selain itu, PT Pos Indonesia memberikan pendampingan untuk meningkatkan pemasaran melalui marketplace. Bantuan ini membuka akses penjualan yang lebih luas di luar daerah asal.
Strategi pemasaran
Hanarun Handmade mengandalkan penjualan langsung kepada konsumen dan promosi digital. Produk dipasarkan melalui akun Instagram Hanarun Handmade dan akun Facebook pemilik usaha. Media sosial berperan penting dalam menjangkau pembeli baru dan memamerkan keragaman produk.
Harapan dan prospek
Makaria berharap dukungan berkelanjutan dapat membantu memperluas jangkauan pasar UMKM lokal. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan kreativitas pengrajin, produk kerajinan khas Kei diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...