HAMBE Minta Evaluasi GEMES 2026 demi Peningkatan Kualitas
MEDAN — Himpunan Advokat Melayu Bersatu (HAMBE) menyambut baik terselenggaranya Gebyar Melayu Serumpun (GEMES) 2026 namun mendesak evaluasi menyeluruh agar kualitas acara meningkat. Pernyataan disampaikan Ketua Umum HAMBE, Ariffani SH MH, pada Selasa (30/6). HAMBE menilai pemerintah kota telah menunjukkan komitmen pelestarian budaya Melayu, tapi penggunaan anggaran publik menuntut perbaikan konsep dan tata kelola.
Apresiasi sekaligus catatan
HAMBE memberi pujian kepada Pemerintah Kota Medan karena menjadikan budaya Melayu sebagai agenda tahunan. Menurut organisasi ini, GEMES penting untuk mempertahankan marwah budaya Melayu di tengah arus globalisasi. Namun HAMBE juga menekankan perlunya evaluasi berkala agar manfaat festival semakin nyata bagi masyarakat.
Kekurangan substansi dan kebutuhan edukasi
HAMBE mencermati bahwa banyak program GEMES masih berfokus pada hiburan. Aspek kesejarahan dan peradaban Melayu dinilai kurang terangkat. Oleh sebab itu festival semestinya menjadi ruang edukasi yang menjelaskan sejarah rumpun Melayu, perkembangan kerajaan dan kesultanan, serta tokoh-tokoh penting.
Ariffani mengusulkan agar festival menghadirkan konten yang lebih mendalam sehingga pengunjung mendapat pengetahuan baru tentang Melayu, bukan sekadar tontonan.
Rekomendasi konten dan penataan acara
Untuk memperkuat identitas budaya, HAMBE merekomendasikan beberapa penambahan dalam konsep GEMES:
- Zona sejarah Melayu dan pameran naskah serta manuskrip.
- Peta persebaran rumpun Melayu dan miniatur istana kesultanan.
- Forum ilmiah budaya dan presentasi tokoh sejarah Melayu.
- Bazar yang memprioritaskan kuliner autentik Melayu dari berbagai daerah dan negara serumpun.
Dengan langkah ini, festival diharapkan menjadi lebih edukatif dan menarik wisatawan budaya.
Perbaikan tata kelola dan pelayanan
HAMBE juga menyorot isu teknis seperti penataan area parkir yang belum optimal dan adanya dugaan pungutan parkir. Pihaknya meminta penyelenggara menjamin pelayanan yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan agar citra festival meningkat di mata publik.
Dampak jangka panjang dan harapan
Ariffani meyakini GEMES punya potensi menjadi salah satu festival Melayu terbaik di Asia Tenggara bila dikembangkan secara komprehensif. Dalam pernyataannya, ia menegaskan makna kata Gebyar harus melampaui kemeriahan panggung.
"Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan yang telah konsisten menyelenggarakan Gebyar Melayu Serumpun. Ini adalah bukti bahwa Kota Medan tetap menjunjung tinggi marwah Melayu sebagai bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia,"
HAMBE menegaskan kritik ini bersifat konstruktif. Tujuannya agar penggunaan anggaran publik menghasilkan kegiatan yang lebih berkualitas, akuntabel, dan bernilai edukatif bagi generasi mendatang.
"Anggaran negara harus menghasilkan kegiatan yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna, edukatif, serta mampu melestarikan warisan budaya untuk generasi yang akan datang,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Karnaval PAUD/TK Warnai HUT RI ke-81 di Lhoknga
Karnaval PAUD/TK meriahkan HUT RI ke-81 di Lhoknga, menampilkan kostum adat dan semangat cinta tanah air sej...
Bupati Tunjuk Non-Dokter Jadi Wadir Medis RSUD Amri Tambunan
Bupati Deliserdang tunjuk pejabat non-dokter sebagai Wadir Medis RSUD Amri Tambunan; BKPSDM sebut ada Perset...
Ratusan Warga Desa Sukaraja Demo, Tuntut Audit Dana Desa Rp1,16 Miliar
Ratusan warga Desa Sukaraja menggelar aksi damai di Kantor Bupati Asahan menuntut audit dana desa Rp1,16 mil...
Kapolda Sumut dan Pemkab Samosir Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada
Kapolda Sumut dan Pemkab Samosir menanam 10,5 ha bawang putih di Desa Maduma, 19 Agustus, mendukung program...
2.000 Pelajar Ikuti Pawai Karnaval HUT ke-81 di Lhoknga
Lebih dari 2.000 pelajar dari TK hingga SMA/SMK mengikuti pawai karnaval HUT ke-81 RI di Lhoknga, Aceh Besar...
Taput Tegaskan Komitmen Jaga Orangutan Tapanuli dan Harangan
Pemkab Tapanuli Utara perkuat konservasi Orangutan Tapanuli lewat hortikultura dan edukasi publik pada perin...