Polrestabes Grebek Narkoba; Vonis Korupsi Kapal; Izin Tambang Batang Toru
Medan — Sejumlah peristiwa hukum dan lingkungan terbaru terjadi di Sumatera Utara: Tim Polrestabes Medan menggerebek rumah kos yang dijadikan gudang narkoba; pengadilan menjatuhkan vonis dalam kasus korupsi kapal tunda; dan polemik izin tambang di Batang Toru masih belum jelas.
Penggerebekan rumah kos jadi gudang narkoba
Tim Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah kos di Jalan Rawe II, Kecamatan Medan Labuhan. Polisi menangkap dua orang berinisial HS dan JD.
Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu, ganja, dan ekstasi. Penanganan perkara dilanjutkan untuk penyelidikan dan pengembangan jaringan distribusi.
Vonis kasus korupsi kapal tunda
Pada Senin malam, 28 Juli, Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis terhadap tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan dua unit kapal tunda berkapasitas 2×1.800 HP untuk Cabang Dumai di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional I Belawan.
Ketiga terdakwa adalah mantan pejabat yang terlibat dalam proyek tahun 2018–2021, yakni Hosadi Apriza Putra (mantan Direktur Teknik PT Pelindo Regional I Belawan), Rudy Sunaryadi (mantan Kepala Cabang Pratama Komersil Belawan PT Biro Klasifikasi Indonesia), dan Bambang Soendjaswono (mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya).
Hakim memutuskan vonis berbeda untuk masing-masing terdakwa. Putusan ini akan berpengaruh pada proses hukum lanjutan, termasuk kemungkinan upaya banding.
Polemik izin tambang galian C di Batang Toru
Polemik terkait dugaan pemberian izin tambang galian C di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih berlangsung tanpa kejelasan. Kawasan tersebut dikenal rawan bencana dan sensitif secara lingkungan.
Publik mengkhawatirkan aktivitas pertambangan akan memperparah risiko longsor dan gangguan habitat. Sementara itu, instansi di tingkat provinsi menyatakan tidak memiliki informasi terkait izin yang dimaksud.
Ketiadaan data resmi memicu tuntutan agar pemerintah daerah dan provinsi segera membuka informasi dan melakukan verifikasi lapangan.
Ketiga peristiwa ini menyorot pentingnya penegakan hukum, transparansi administrasi publik, dan pengawasan lingkungan agar potensi dampak sosial dan ekologis dapat diminimalkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...