Gotong Royong Turunkan Stunting Surabaya Jadi 0,5%
SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan keberhasilan penanganan stunting di Kota Surabaya lahir dari kolaborasi lintas sektor. Pernyataan itu disampaikan saat penandatanganan MoU program CSR penanganan stunting di Gedung Serbaguna RW VI Cempaka, Kecamatan Tegalsari, Rabu (13/5/2026).
Hasil nyata penurunan stunting
Eri menyatakan angka stunting di Surabaya kini turun drastis. Angka stunting turun menjadi 0,5 persen, dari 28,5 persen saat ia mulai menjabat. Penurunan ini, menurutnya, bukan hanya kerja pemerintah namun buah gotong royong banyak pihak.
"Alhamdulillah, stunting hari ini turun menjadi 0,5 persen dibandingkan waktu awal saya jadi wali kota yang mencapai 28,5 persen,"
Kolaborasi lembaga dan perusahaan
Pada acara penandatanganan, sejumlah perusahaan dan lembaga sosial menandatangani kesepakatan untuk mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan. Pihak yang terlibat antara lain Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra Group, Pakuwon Group, Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan Nurul Hayat.
"Hari ini menjadi 0,5 persen dengan kekuatan apa? Bukan dengan kekuatan wali kota, tetapi dengan kekuatan beliau-beliau ini,"
Suasana kegiatan berlangsung hangat. Perwakilan perusahaan dan lembaga sosial hadir bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya untuk memperkuat sinergi penanganan persoalan sosial.
Rutilahu: kondisi, target, dan sumber pembiayaan
Eri juga meninjau empat rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kedondong Kidul, Kelurahan Tegalsari. Ia mengingatkan percepatan perbaikan rumah membutuhkan semangat gotong royong antar sektor.
Saat ini, jumlah rutilahu di Surabaya masih berkisar antara 7.000 hingga 9.000 unit. Pemerintah kota menargetkan rehabilitasi 4.242 unit rumah pada 2026 melalui skema kolaborasi.
| Sumber Pembiayaan | Unit |
|---|---|
| APBD Kota Surabaya | 2.240 |
| Non-APBD (CSR & lembaga sosial) | 1.002 |
| Bantuan stimulan Kementerian PKP | ~1.000 |
Sejak menjabat, Eri menyebut sekitar 3.500–4.000 rumah telah diperbaiki. Namun dengan jumlah penduduk mendekati tiga juta jiwa, kebutuhan masih besar.
Pesan wali kota dan makna gotong royong
Eri memuji keterlibatan sektor swasta dan organisasi sosial sebagai penerapan nilai Pancasila, khususnya semangat gotong royong. Ia bahkan menyebut para pemimpin lembaga yang peduli sebagai bagian dari "Wali Kota Surabaya" karena perhatian mereka terhadap warga kecil.
"Surabaya dibangun oleh warga dan orang-orang yang hebat, yang penuh cinta. Itulah Wali Kota Surabaya,"
Dengan capaian penurunan stunting dan target rehabilitasi rutilahu, Pemkot Surabaya menegaskan komitmen melanjutkan kolaborasi demi kesejahteraan warga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Penari Remo Cilik Sampaikan Bunga dan Pesan pada Megawati
Tiga penari Remo cilik memberi buket dan menerima pesan Megawati agar generasi muda terus melestarikan buday...
PDI Perjuangan Jatim Perketat Pengawalan Program Kerakyatan dan Gaet Anak Muda
MH Said Abdullah minta PDI Perjuangan Jatim kawal program kerakyatan hingga penyaluran, serta buka ruang bag...
PDI Perjuangan Bojonegoro Lantik 1.108 Pengurus Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro melantik 1.108 pengurus Ranting dan Anak Ranting pada 22 Agustus 2026, memperk...
Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan
Amin Thohari gelar reses di Desa Babad; sorotan pada penurunan APBD 2027, kemandirian pangan, dan perbaikan...
Ansari Dorong Penguatan Ruang Aman Perempuan di Pamekasan
Ansari mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Pamekasan lewat dialog, edukasi, dan kolaborasi lint...
DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dukung perubahan nama jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan untuk perkua...