Hari Lingkungan Hidup 2026: Pemerintah Dorong Gerakan Nasional ASRI
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup mendorong pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI secara serentak dan berkelanjutan di seluruh daerah pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah serta mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah nasional.
Gerakan ASRI dan tujuan utama
Pelaksana Tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLH, Laksmi Widyajayanti, menyatakan gerakan ini dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sejak tingkat individu. Selain itu, program ini mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan dan menunjukkan komitmen Indonesia di forum internasional.
"Melalui Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 ini, pemerintah juga mendorong gerakan nasional ASRI ini secara serentak dan berkelanjutan di tingkat tapak dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah di tingkat individu. Kemudian juga mendorong kolaborasi lintas sektor serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam forum global," ujar Laksmi.
Empat fokus utama Gerakan ASRI
Konsep ASRI terdiri dari empat fokus yang saling melengkapi. Masing-masing fokus diarahkan untuk membentuk lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan estetis.
- Aman: menitikberatkan pada keamanan lingkungan, mitigasi risiko, dan ketertiban ruang publik.
- Sehat: peningkatan kualitas lingkungan untuk mendukung kesehatan masyarakat.
- Resik: fokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah terintegrasi.
- Indah: menekankan estetika lingkungan dan kenyamanan ruang publik.
Imbauan kepada pemerintah daerah
Kementerian mendorong gubernur, bupati, dan wali kota melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan daerah yang mendukung implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Langkah ini diharapkan menjamin pelaksanaan di tingkat tapak lebih konsisten dan berkelanjutan.
Target pengelolaan sampah dan tantangan lingkungan
Gerakan ASRI juga diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional, termasuk target pengelolaan sampah. Menurut Laksmi, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada 2029 sesuai RPJMN, dan ada arahan untuk percepatan hingga 2028.
"Kita juga ada program-program prioritas yang harus dikerjakan dan harapannya bisa menyelesaikan terutama terkait dengan sampah terkelola 100 persen di tahun 2029. Ini sesuai dengan RPJMN," ujar Laksmi.
Selain sampah, tantangan lain meliputi pencemaran air, udara, tanah, serta dampak perubahan iklim. Pemerintah menempatkan isu-isu ini sebagai prioritas dan mendapat perhatian langsung dari Presiden.
Prospek dan harapan
Melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI, pemerintah berharap tumbuh budaya baru dalam pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat, sektor swasta, dan pemerintah daerah. Tujuannya tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan untuk seluruh warga.
Berita Terkait
Danantara Jamin Tidak Ada PHK Saat Perampingan BUMN
Danantara jamin tidak ada PHK saat merampingkan BUMN dari 1.077 menjadi 200–300 entitas; karyawan dialihkan...
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Amankan Aksi Mahasiswa
Polda Metro Jaya menurunkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi mahasiswa di Monas, Bundaran HI,...
BKKBN Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Program MBG
BKKBN mendorong kolaborasi lintas kementerian untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis dan percepatan p...
BKKBN Dorong Data Presisi untuk Percepatan Penurunan Stunting
BKKBN mendorong pemanfaatan data presisi "by name by address" untuk menargetkan intervensi stunting secara l...
Pemerintah Distribusikan 288.865 Interactive Flat Panel ke Sekolah
Pemerintah mendistribusikan 288.865 IFP ke sekolah untuk membantu digitalisasi pendidikan dan meningkatkan m...
43 Juta Siswa Minta Program Makan Bergizi Gratis Dilanjutkan
Lebih dari 43 juta siswa telah menerima MBG hingga 10 Juni 2026; mayoritas meminta program dilanjutkan karen...