Politik

Generasi Z Bondowoso Bangun Gerakan Politik dari Dapur ke Digital

Bagikan:
Pemuda dan perempuan Bondowoso berkumpul di teras rumah untuk diskusi politik bersama Shanti

BONDOWOSO, 26 Mei 2026 — Istri Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Funky Indraayu Shanti, berhasil mengajak generasi muda terlibat politik lewat pendekatan personal. Kegiatan bermula dari pertemuan rutin di teras rumahnya yang berubah menjadi ruang belajar politik. Melalui obrolan soal kebutuhan sehari-hari, mereka mengaitkan isu lokal dengan kebijakan publik dan aksi nyata.

Pendekatan personal di teras rumah

Setiap sore, aroma kopi dan gorengan mengawali diskusi. Perempuan muda duduk bersila dan bertanya tentang harga kebutuhan, biaya sekolah, dan layanan kesehatan. Cara ini menyingkap bahwa banyak masalah sehari-hari sesungguhnya bersinggungan dengan politik.

Shanti jarang tampil di depan kamera. Ia memilih mendampingi dari belakang, memberi ruang bagi anggota muda untuk berpikir dan bertindak. Hasilnya, wajah-wajah baru mulai mengisi struktur partai setempat.

Suara perempuan dan advokasi akar rumput

Beberapa kader kini memimpin badan-badan penting di tingkat kecamatan. Mereka mengangkat isu-isu seperti kesehatan ibu hamil, akses pendidikan agama untuk anak jalanan, serta perlindungan santriwati di pesantren kecil. Pendekatan ini menempatkan advokasi pada akar kehidupan masyarakat.

"Saya dulu pikir politik itu jauh, rumit, dan hanya untuk orang-orang tertentu," kata Lutfiah Ayu Lestari, yang kini menjabat Wakil Ketua Bidang Industri dan Ekonomi Digital PAC Kota Bondowoso.

Fitriyatul Hasanah, Wakil Ketua Bidang Keagamaan, menegaskan bahwa politik tanpa empati hanyalah retorika. Mereka fokus pada solusi konkret yang menyentuh kebutuhan warga.

Generasi Z dan strategi digital

Gerakan ini juga diwarnai kehadiran pemuda berusia 20-an yang membawa upaya digital. Andre Krisna Pratama memimpin upaya itu dengan memanfaatkan data, media sosial, dan platform daring untuk kampanye dan advokasi.

"Kita hidup di era AI, di mana informasi bisa menyebar dalam hitungan detik. Jika partai tidak melek digital, kita akan ketinggalan kereta," ujar Andre saat menunjukkan dashboard kampanye digital yang ia kembangkan.

Penggunaan teknologi membuat advokasi lebih transparan dan efisien, serta membuka ruang partisipasi bagi generasi muda yang lebih akrab dengan dunia daring.

Dinamika kelompok dan prospek politik lokal

Perpaduan pendekatan tradisional dan modern menumbuhkan sinergi. Mereka saling terhubung, bertukar peran, dan kerap berkumpul di meja makan Shanti untuk menyusun program kerja. Gerakan ini mengubah persepsi tentang siapa yang pantas masuk politik.

Dari dapur hingga digital, para kader muda kini menjadi motor penggerak kegiatan partai di tingkat lokal. Inisiatif sederhana—secangkir kopi dan percakapan tulus—berubah menjadi langkah politik yang terukur dan berkelanjutan.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait