Ketua Pusaka Ajak Generasi Muda Pegang Teguh Pancasila
Ketua Umum Pusaka Indonesia Setyo Hajar Dewantoro mendorong generasi muda untuk memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa. Pernyataan itu disampaikan saat dihubungi, Senin, 1 Juni 2026, dengan alasan bahwa Pancasila relevan untuk setiap zaman dan harus dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Nilai Pancasila sebagai sumber pedoman
Setyo menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar bagi penyelenggara negara, tetapi juga sumber nilai bagi warga negara. Menurutnya, kelima sila Pancasila penting untuk membangun harmoni dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Di dalam Pancasila ada nilai ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan. Lima sila kita itu adalah sebuah pedoman untuk bisa hidup dengan harmoni
Penghayatan untuk generasi penerus
Setyo mengajak anak muda menghayati Pancasila agar saat berada di posisi strategis nanti mereka tetap berpegang pada prinsip-prinsip bangsa. Penghayatan itu, katanya, perlu terus dipupuk sehingga nilai-nilai dasar bangsa tidak luntur.
Nah ini yang perlu dipegang teguh oleh siapapun, termasuk anak-anak muda. Memang anak-anak muda harus menghayati Pancasila itu, menghayati nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan seterusnya
Kritik konstruktif dan tanggung jawab
Setyo juga memberi ruang bagi idealisme dan kepedulian generasi muda. Aspirasi dan sikap kritis harus dihargai, namun kritik disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak merugikan kepentingan bangsa.
Kita jelas menghargai segala aspirasi dari anak muda yang punya kritisisme, yang masih punya kepedulian. Yang masih punya hasrat memperbaiki negara dan memperbaiki bangsa kita
Transformasi gotong royong oleh Gen Z
Perwakilan generasi muda, Zana, menyoroti perubahan bentuk gotong royong akibat kemajuan teknologi. Ia menyebut bahwa media sosial dan donasi daring berkembang menjadi sarana baru untuk membantu masyarakat, serta memperluas jangkauan aksi sosial tanpa batas wilayah.
Menurut saya, ini adalah wujud nyata Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, dan Sila Kelima, Keadilan Sosial, versi Gen Z. Gotong royong kami sudah bertransformasi ke ranah digital
Peran generasi tua sebagai teladan
Selain mengajak kaum muda, Setyo menekankan pentingnya teladan dari generasi yang lebih tua. Ia menilai bahwa tindakan nyata lebih berpengaruh daripada sekadar retorika untuk menanamkan nilai Pancasila pada generasi penerus.
Dengan dialog lintas generasi dan pemanfaatan teknologi untuk aksi sosial, upaya menguatkan penghayatan Pancasila di kalangan muda dinilai dapat berjalan sejajar dengan dinamika zaman. Pendekatan ini diharapkan menjaga relevansi lima sila sebagai pedoman hidup berbangsa ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemda Agam Apresiasi Rohana Koeddoes sebagai Tokoh Pers Nasional
Pemda Agam menyambut bangga pengakuan Rohana Koeddoes dalam buku LPDS yang meluncur saat ulang tahun ke-38 l...
FABC Tekankan Pertobatan untuk Hormati Martabat Manusia
Sidang Pleno XII FABC di Jakarta menegaskan pertobatan sebagai dasar penghormatan martabat manusia dan pangg...
MUI Waspadai Belajar Agama Lewat AI Tanpa Bimbingan Guru
MUI mengingatkan bahaya belajar agama hanya lewat AI tanpa bimbingan ulama dan menggaungkan gerakan "jihad d...
10 Juta Pelanggan Sudah Registrasi Biometrik SIM, Menkomdigi
Lebih dari 10 juta pelanggan telah menjalani registrasi biometrik SIM sejak 1 Juli 2026; pemerintah evaluasi...
Cholil Nafis: AI Tak Bisa Jadi Guru Agama, MUI Dorong Jihad Digital
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis menegaskan AI tidak bisa menjadi guru agama dan MUI akan melancarkan 'jihad dig...
Ahmad Muzani: KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
Ahmad Muzani menyebut KUII Ke-8 momentum tepat untuk menyatukan umat Islam menghadapi ketidakpastian politik...