Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Pagi ini, Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 06.12 WIB, wilayah Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,2. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pusat gempa dilaporkan berada sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng dengan kedalaman 10 km.
Detail lokasi dan waktu
BMKG mencatat pusat gempa pada koordinat 7.87 Lintang Selatan dan 120.64 Bujur Timur. Kedalaman sumber gempa dilaporkan 10 kilometer, menandakan kejadian bersifat relatif dangkal.
"Pusat gempa berada di 84 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai, NTT. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,"
"Titik kedalaman gempa bumi 10 Km," ucap BMKG.
Sumber gempa dan rekam jejak
BMKG menjelaskan gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar naik pada struktur Flores Back Arc Thrust. Struktur ini memiliki catatan gempa merusak dalam sejarahnya, termasuk peristiwa berkekuatan magnitudo 7,8 pada 1992.
Penjelasan mengenai karakteristik gempa NTT disampaikan dalam keterangan sebelumnya, yang menyoroti perbedaan kedalaman sebagai faktor penting. Sebagaimana disampaikan Faisal dalam penjelasan di Jakarta pada 15 Agustus 2026:
"Bedanya, gempa kali ini berpusat pada kedalaman yang jauh lebih dangkal. Sehingga menimbulkan dampak kerusakan fisik yang relatif berat serta memicu tsunami yang terobservasi hingga pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara,"
Kedalaman sumber gempa memengaruhi besaran guncangan di permukaan; gempa yang lebih dangkal cenderung menghasilkan guncangan lebih kuat.
Peta intensitas dan daerah terpengaruh
Berdasarkan peta intensitas BMKG, beberapa lokasi mengalami guncangan kuat. Catatan intensitas antara lain:
- Skala VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Ambai.
- Skala VI MMI di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa.
- Skala V MMI dirasakan di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.
Observasi mikro di kawasan Manggarai dan Ruteng juga menunjukkan intensitas guncangan yang tinggi, sesuai pemetaan intensitas yang dilakukan BMKG setelah kejadian.
Penutup
Kondisi guncangan yang tercatat menjadi bagian dari pemetaan intensitas gempa oleh BMKG untuk menilai dampak lebih lanjut. Informasi tentang perkembangan dampak fisik dan laporan kerusakan akan bergantung pada hasil pemantauan lanjutan serta laporan dari daerah terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG Petakan Wilayah Terdampak Gempa di Flores
BMKG kirim tim ahli untuk memetakan wilayah terdampak gempa di Flores lewat survei mikrozonasi dan makroanal...
Gempa Dangkal Flores: Guncangan Kuat dan Tsunami Tercatat
Gempa dangkal di Flores (kedalaman ~28 km) memicu guncangan kuat dan tsunami yang teramati hingga pesisir Su...
KOWANI Ajak Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT
KOWANI mengajak masyarakat membantu korban gempa NTT (15 Agustus 2026) dan membuka rekening donasi untuk mer...
BMKG: Stabilisasi Sesar Pascagempa NTT Diperkirakan 2–3 Minggu
BMKG perkirakan stabilisasi sesar pascagempa NTT 2–3 minggu; gempa susulan berpotensi dan dipantau real-time...
KOWANI Dorong Pramuka Perkuat Kaderisasi dan Kepemimpinan Perempuan
KOWANI menjalin sinergi dengan Gerakan Pramuka untuk memperkuat kaderisasi dan kepemimpinan perempuan sebaga...
Presiden Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
Presiden kirim 50.000 paket sembako ke Maumere untuk korban gempa Flores; pemerintah dan TNI dikerahkan untu...