Guru Asmat Dorong Penguatan Digitalisasi Pembelajaran 3T
Laurensius Reginaldus, guru SMP Negeri 1 Sawa Erma di Kabupaten Asmat, meminta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan fasilitas dan pendampingan bagi guru. Permintaan itu disampaikan usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar guru dapat mengoptimalkan teknologi dalam proses belajar mengajar di wilayah 3T.
Kebutuhan pelatihan dan pendampingan
Regis menekankan guru perlu kesempatan mempelajari fitur dan aplikasi pembelajaran digital. Pengetahuan ini membantu guru memilih media yang tepat sesuai materi dan kebutuhan siswa. Pelatihan juga menempatkan batasan, kelebihan, dan kekurangan setiap alat digital sehingga pemanfaatannya lebih efektif.
"Kalau dengan adanya pelatih atau pemateri, kita bisa tahu, oh, ini batasannya di mana. Kemudian kelebihannya di mana, kekurangannya di mana," ujar Regis.
Dia menambahkan pendampingan praktis membantu guru mengatasi kendala teknis saat menggunakan perangkat. Dengan demikian, guru menjadi lebih percaya diri mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Penerapan hasil advokasi di sekolah
Menurut Regis, kegiatan advokasi memberi ruang bagi guru untuk mengenal pemanfaatan teknologi secara lebih terarah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika kembali ke kelas, baik dalam rancangan pembelajaran maupun pemilihan media ajar.
Ia berharap peserta yang mengikuti pelatihan mau membagikan keterampilan itu kepada rekan sejawat. "Kami semua yang sudah ikut pelatihan ini bisa memaksimalkan atau mengoptimalkan apa yang kami dapat. Ini bisa untuk membagikan kepada teman-teman guru dan peserta didik," ujarnya.
Pemerataan fasilitas ke pedalaman
Regis juga menyoroti kebutuhan jangkauan fasilitas digital ke sekolah-sekolah di pedalaman Asmat. Ia menilai pemerataan alat dan akses menjadi kunci agar lebih banyak siswa dapat mengenal dan memanfaatkan teknologi.
"Kalau ada fasilitas, mungkin dibagi ke wilayah-wilayah atau ke pedalaman. Itu sangat penting," kata Regis.
Selain distribusi perangkat, ia menegaskan fasilitas harus diikuti pendampingan agar guru mampu mengeksplorasi berbagai materi dan media pembelajaran dengan durasi yang memadai.
Dampak dan prospek ke depan
Penguatan digitalisasi pembelajaran diharapkan mendorong adaptasi guru dan siswa terhadap perkembangan teknologi. Dukungan kombinasi fasilitas dan bimbingan teknis berpotensi meningkatkan kualitas pengalaman belajar di Asmat.
Ke depan, keberlanjutan program pelatihan dan pemenuhan infrastruktur menjadi indikator utama keberhasilan transisi ke pembelajaran berbasis teknologi di wilayah 3T seperti Asmat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Daftar Gempa Besar NTT dan Respons Pemerintah 2026
BNPB catat ratusan gempa susulan setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026; pemerintah aktifkan posko pe...
Menko PM: Keselamatan Prioritas Usai Gempa 7,7 di NTT
Menko PM Muhaimin Iskandar pastikan keselamatan warga jadi prioritas setelah gempa 7,7 mengguncang NTT; peme...
BMKG: Gempa Magnitudo 7,7 di Flores Disebabkan oleh Flores Back-Arc Thrust
BMKG menyebut gempa Magnitudo 7,7 di Flores (15 Agustus 2026) dipicu oleh pergerakan pada Flores Back-Arc Th...
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng NTT, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Pagi ini Ruteng, Manggarai (NTT) diguncang gempa magnitudo 5,2 pada 16 Agustus 2026 pukul 06.12 WIB; BMKG me...
Kemkomdigi Pulihkan 200 BTS Terdampak Gempa NTT
Kemkomdigi memantau dan memulihkan 200 BTS di 10 kabupaten NTT pasca gempa M7,7 pada 15 Agustus 2026; pemuli...
Polri Kerahkan 260 Personel Bantu Penanganan Pascagempa Flores
Polri mengirim 260 personel, 137 diberangkatkan tahap awal, untuk evakuasi, pencarian, medis, dan identifika...