BMKG: 20 Gempa Susulan Usai Gempa M7,7 di Selatan Mindanao
BMKG melaporkan 20 gempa susulan (aftershock) setelah gempa tektonik berkekuatan M7,7 yang mengguncang selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi, 8 Juni 2026. Hingga pukul 10.00 WIB, magnitudo gempa susulan tercatat berkisar antara 3,9 hingga 6,7, dan dua di antaranya dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Detail gempa utama
Gempa utama terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 47 kilometer. BMKG menganalisis episenter berada pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, tepatnya di laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa ini dikategorikan sebagai peristiwa tektonik.
Jumlah dan karakteristik gempa susulan
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyatakan hasil pemantauan menunjukkan 20 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 3,9 sampai 6,7. Dua gempa di antaranya dilaporkan dirasakan oleh penduduk di beberapa wilayah.
"Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,9-6,7. Dan dua gempa dirasakan,"
Daerah terdampak dan intensitas getaran
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur. Beberapa catatan intensitas menurut MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah sebagai berikut:
- Miangas dan Melonguane: VI MMI — getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan.
- Siau dan Tagulandang: V MMI — hampir seluruh penduduk merasakan dan barang dapat terpelanting.
- Morotai, Halmahera Utara, dan Kota Manado: IV MMI — banyak warga terbangun.
- Toli-Toli dan Kabupaten Gorontalo Utara: III–IV MMI.
Selain itu, getaran juga dilaporkan terasa di daerah seperti Batang, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah dengan intensitas sekitar III MMI.
Status peringatan dini tsunami dan imbauan
BMKG menyatakan peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa telah resmi berakhir. Keputusan ini diambil setelah observasi menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.
"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 10.15.51 WIB,"
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan gempa susulan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Masyarakat diimbau hanya mengakses informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Konsekuensi dan langkah selanjutnya
Pemeriksaan kerusakan dan pemantauan lanjutan akan dilakukan di wilayah terdampak. BMKG akan memperbarui informasi jika ada perubahan kondisi. Masyarakat disarankan menyiapkan rencana darurat sederhana dan mengikuti arahan otoritas setempat bila diperlukan.
Berita Terkait
DPR Dorong Transformasi Pendidikan Pesantren Hadapi Teknologi
DPR mendorong transformasi pendidikan pesantren agar mampu bersaing global melalui implementasi UU Pesantren...
Operasi Patuh Jaya Ditunda, Polri Tegaskan Penindakan Tetap Jalan
Polda Metro Jaya menunda Operasi Patuh Jaya (8 Juni 2026), namun penindakan lalu lintas tetap berjalan lewat...
Istana Tanggapi Tuntutan BEMSI soal Perekonomian Nasional
Istana merespons tuntutan BEMSI Jateng soal perbaikan ekonomi dalam 18 hari; pemerintah hargai aspirasi namu...
Rieke: Korupsi Keimigrasian pada Izin Tinggal Ancaman Kedaulatan
Rieke peringatkan dugaan korupsi izin tinggal WNA mengancam kedaulatan; minta audit nasional, penegakan huku...
DPR Bahas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dengan ESDM dan Danantara
DPR bertemu pemerintah di Senayan 8 Juni 2026 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membahas tata kelola ek...
Presiden Lantik Said Iqbal dan Nanik Deyang Sore Ini
Presiden Prabowo akan melantik Said Iqbal dan Nanik Deyang di Istana Jakarta pada 8 Juni 2026, untuk urusan...