Menbud: Minat Film Sejarah Rendah, Komedi dan Horor Dominan
Pada peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026 di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti rendahnya minat publik terhadap film bertema sejarah. Ia mengatakan pasar perfilman Indonesia saat ini masih didominasi genre komedi, horor, dan film anak-anak yang mencatat angka penonton jauh lebih besar.
Dominasi genre hiburan di bioskop
Fadli Zon mengungkapkan beberapa film populer yang berhasil meraih penonton tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini menjadi indikator kuat tentang selera penonton yang cenderung memilih hiburan ringan.
- Agak Laen: 10.980.933 penonton
- Jumbo: 10.098.041 penonton
- KKN di Desa Penari: 10.061.033 penonton
Data tersebut menunjukkan bahwa film bertema hiburan populer masih memiliki daya tarik pasar paling besar.
Tujuan program kepahlawanan 2026
Kementerian Kebudayaan membuka sayembara Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026 untuk mendorong lahirnya karya yang mengangkat perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada periode 1945-1950. Program ini ditujukan meningkatkan keberagaman genre serta memperkuat representasi sejarah nasional di layar lebar.
"Menurut saya, film yang menyangkut sejarah relatif masih perlu dukungan karena persaingan media cukup berat saat ini. Euforia penonton sekarang lebih banyak tertuju kepada film komedi yang memiliki daya tarik pasar sangat besar," katanya.
Menurut Menbud, keberadaan film sejarah penting untuk menjaga keberagaman karya dalam ekosistem perfilman dan memberi ruang edukasi bagi generasi muda.
Kolaborasi sineas dan sejarawan
Program kompetisi ini dirancang melibatkan sineas, rumah produksi, dan komunitas perfilman. Pemerintah menegaskan keterlibatan sejarawan supaya narasi yang diangkat tidak menyimpang dari fakta dan konteks peristiwa.
"Film memang memiliki ruang imajinasi dan kreativitas yang luas melalui berbagai perspektif pembuatnya. Namun, konteks sejarah harus tetap benar agar peristiwa penting tidak mengalami kekeliruan dalam penyampaian," ujarnya.
Fadli Zon menambahkan bahwa kontribusi penulis, wartawan, akademisi, dan arsiparis dapat memperkaya kualitas produksi film sejarah.
Respons industri perfilman
Pendiri MD Pictures, Manoj Punjabi, menilai bahwa minat masyarakat pada genre horor tetap kuat. Ia mengutip keberhasilan KKN di Desa Penari sebagai bukti bahwa cerita yang berkembang di masyarakat mampu menarik penonton ke bioskop.
"Keberhasilan KKN di Desa Penari menjadi bukti masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan besar terhadap film-film horor," ujar Manoj Punjabi.
Dengan kompetisi yang terbuka dan prosedur terukur, pemerintah optimistis program ini dapat mendorong produksi film sejarah berkualitas dalam waktu yang ditentukan.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Laut Bercerita Rilis Teaser Poster dan Video Musik 'Matilah Kau Mati'
Film Laut Bercerita rilis teaser poster dan video musik "Matilah Kau Mati" pada 24 Agustus 2026, menampilkan...
Serial 'Tante Sonya' Tayang Eksklusif di WeTV 4 September 2026
Serial "Tante Sonya" tayang eksklusif di WeTV mulai 4 September 2026; drama romansa beda usia dalam 10 episo...
Film 'Ghost in the Cell' Tayang di Netflix Mulai 20 Agustus 2026
Film 'Ghost in the Cell' karya Joko Anwar tayang di Netflix 20 Agustus 2026 setelah meraih 3,2 juta penonton...
D.O. EXO Siap Comeback dengan Mini Album 'DOPAMINE' — Rilis 8 Sep
D.O. EXO akan merilis mini album keempat 'DOPAMINE' pada 8 September 2026 dan gelar fanmeeting 'Day Off' di...
BCL Duet dengan Josh Flo Rilis Single 'Terpesona'
BCL dan Josh Flo merilis single duet 'Terpesona' pada 21 Agustus 2026, karya Laleilmanino tentang perasaan m...
Teaser Siti Si Vampir Hadirkan Vampir Lokal dan Tukar Nasib
Teaser "Siti Si Vampir" perkenalkan vampir lokal dan kisah tukar nasib dua perempuan; tayang di bioskop 22 O...