Nasional

F-Golkar: RAPBN 2027 dan 8 Prioritas Jadi Peta Pembangunan

Bagikan:
Ketua Fraksi Golkar M. Sarmuji memberikan pernyataan terkait RAPBN 2027

Fraksi Partai Golkar menyampaikan apresiasi atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Fraksi M. Sarmuji menilai delapan prioritas yang dipaparkan Presiden mencerminkan peta pembangunan bangsa yang terarah. Pernyataan itu disampaikan Sarmuji pada Minggu, 16 Agustus 2026, setelah penyampaian RAPBN di Kompleks Parlemen pada 14 Agustus.

Delapan Prioritas Presidensial

Presiden memetakan delapan Program Kerja Prioritas Nasional untuk 2027. Program ini menjadi acuan penggunaan anggaran APBN 2027 dan fokus kebijakan pemerintah ke depan.

  • Kedaulatan pangan
  • Kemandirian energi dan air
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Hilirisasi dan industrialisasi
  • Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
  • Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
  • Penurunan kemiskinan

Efisiensi Pengadaan sebagai Contoh Nyata

Sarmuji menyoroti langkah pemerintah memperbaiki mekanisme pengadaan barang dan jasa. Ia memberi contoh penurunan harga Layar Pintar Interaktif (IFP) yang semula sekitar Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit.

"Pidato Presiden memberi arah yang jelas ke mana Indonesia akan menuju. Presiden meyakinkan kita bahwa setiap langkah pembangunan yang dirancang dalam RAPBN 2027 ini adalah langkah nyata yang mendekatkan bangsa kita pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, efisiensi dilakukan tanpa mengurangi volume maupun kualitas barang. Ia menyatakan perubahan itu menunjukkan pemerintah tidak sekadar menentukan tujuan, tetapi juga menata cara pencapaiannya.

Prioritas Pendidikan: Sekolah Rakyat dan Beasiswa

Partai Golkar juga memuji komitmen peningkatan akses dan mutu pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Program Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda jadi sorotan karena membantu pelajar dari keluarga tidak mampu.

Sarmuji menyebutkan capaian program: 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rakyat rintisan, serta pengiriman ratusan mahasiswa ke kampus terbaik dunia melalui beasiswa tersebut.

"Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik," ujarnya.

Dukungan pada Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Sarmuji mendukung rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis. Menurutnya, bursa akan memberi peluang Indonesia menentukan harga komoditas andalan sendiri dan menciptakan nilai tambah.

"Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat," tambah Sarmuji.

Besaran APBN 2027

Presiden Prabowo memaparkan rancangan APBN 2027 senilai Rp4.097,2 triliun, naik dari APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Anggaran itu direncanakan untuk menjalankan delapan prioritas nasional tersebut.

Tahun Belanja Negara (Triliun Rp)
2026 3.842,7
2027 (Rancangan) 4.097,2

Fraksi Partai Golkar menyatakan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 secara konstruktif bersama pemerintah. Dukungan itu diberikan dengan harapan kebijakan dan anggaran dapat benar-benar mendorong kedaulatan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan penurunan kemiskinan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait