Festival Golo Koe Perkuat Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Festival sebagai ruang perjumpaan budaya
Widiyanti mengatakan Golo Koe menjadi wadah untuk memperkenalkan identitas lokal tanpa mengorbankan nilai-nilai akar budaya. Festival ini membuka ruang bagi wisatawan dan masyarakat bertemu dalam pengalaman yang autentik.
Golo Koe menghadirkan jawabannya melalui sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja.
Dengan pendekatan seperti itu, pemerintah berharap Labuan Bajo tumbuh sebagai destinasi kelas dunia yang tetap menjaga kearifan lokal.
Dampak ekonomi dan partisipasi lokal
Menurut Widiyanti, pengakuan Golo Koe sebagai agenda unggulan nasional berjalan seiring manfaat ekonomi bagi warga. Data penyelenggaraan 2025 menunjukkan keterlibatan luas dari pelaku lokal.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Wisatawan | 45.000+ |
| UMKM | 173 |
| Pekerja seni | 883 |
| Tenaga kerja | 1.473 |
| Perputaran ekonomi | Rp2,82 miliar |
Widiyanti menekankan bahwa ini contoh pariwisata berkualitas, di mana pengalaman wisatawan tumbuh bersamaan dengan manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal.
Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal.
Kolaborasi dan harapan ke depan
Festival melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh keagamaan dan pemerintah daerah. Widiyanti mengapresiasi peran Keuskupan Ruteng serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam pengembangan acara.
- Penguatan peran masyarakat sebagai pelaku utama pengenalan identitas lokal
- Peningkatan manfaat ekonomi untuk UMKM dan pekerja seni
- Upaya menjaga keseimbangan antara promosi wisata dan kelestarian budaya
Ke depan, penyelenggara dan pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga model pengembangan yang menempatkan komunitas lokal di pusat keputusan. Dengan begitu, Labuan Bajo dapat berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...