Bapemperda Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh Perda
Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah disahkan.
BALI, 6 Juni 2026 — Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, meminta evaluasi komprehensif terhadap peraturan daerah (perda) yang telah disahkan. Menurutnya, banyak perda belum memberikan manfaat maksimal karena implementasi lemah dan minimnya perangkat pendukung di lapangan.
Catatan dari forum Bimtek Fraksi PDI Perjuangan
Permasalahan tersebut menjadi salah satu catatan penting yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (6/6/2026).
Yordan menilai proses legislasi tidak boleh berhenti pada pengesahan. Regulasi harus diikuti mekanisme pemantauan dan perangkat pelaksana yang memadai agar dampak nyata bisa dirasakan masyarakat.
"Kami berharap ada sinergi dan arahan dalam merencanakan peraturan daerah serta melakukan evaluasi terhadap perda-perda yang sudah ada, sehingga regulasi yang dihasilkan benar-benar membawa perbaikan. Kita tahu masih banyak perda yang implementasinya kurang maksimal karena perangkat pendukungnya belum disiapkan dengan baik,"
Tantangan implementasi perda
Yordan menjelaskan bahwa salah satu kendala utama adalah lemahnya mekanisme pemantauan pasca-pengesahan. Akibatnya, sejumlah perda yang substansinya baik tidak berjalan optimal di tingkat lapangan.
Ia memberi contoh perda terkait pemberdayaan petani dan nelayan. Secara materi regulasi itu memberi arah jelas untuk meningkatkan kesejahteraan, namun pelaksanaan di lapangan belum mencapai target.
"Perda pemberdayaan petani dan nelayan misalnya, substansinya sudah baik. Tetapi dalam pelaksanaannya masih belum seperti yang diharapkan karena dukungan terhadap implementasinya belum maksimal,"
Rencana pembahasan regulasi strategis
Selain evaluasi perda yang berlaku, Bapemperda DPRD Jawa Timur tengah menyiapkan pembahasan sejumlah regulasi strategis terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya daerah. Langkah ini bertujuan memaksimalkan potensi daerah tanpa mengabaikan keberlanjutan.
"Kita ingin memastikan kekayaan yang dimiliki daerah bisa dimanfaatkan secara optimal, tetapi tetap dijaga keberlanjutannya. Karena itu regulasi yang ada perlu terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat,"
Harapan legislasi yang hidup
Yordan menegaskan fungsi legislasi DPRD bukan sekadar menghasilkan produk baru, tetapi juga memastikan perda yang ada relevan dan adaptif. Melalui forum Bimtek, ia berharap muncul rekomendasi yang memperkuat kualitas legislasi daerah dan membangun sistem evaluasi yang efektif.
"Pada akhirnya yang paling penting adalah bagaimana regulasi yang kita hasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Perda harus hidup dan berjalan di lapangan, bukan hanya selesai di ruang sidang,"
Upaya evaluasi dan penguatan perangkat pendukung diharapkan meningkatkan efektivitas perda sehingga tujuan regulasi—meningkatkan kesejahteraan dan mengelola sumber daya secara berkelanjutan—dapat tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...