Kesehatan

Dokter Ortopedi: Evaluasi Nyeri yang Berlangsung 1-2 Minggu Penting

Bagikan:
Dokter ortopedi menjelaskan pentingnya evaluasi nyeri berkepanjangan

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi I Made Yudi Mahardika mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan nyeri yang berlangsung lama. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers "Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026" di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Menurutnya, nyeri adalah sinyal tubuh yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan sehingga perlu evaluasi medis jika tidak membaik.

Pentingnya evaluasi nyeri berkepanjangan

Yudi menekankan bahwa setiap orang harus peka terhadap perubahan pada tubuh, termasuk kemunculan rasa nyeri. Ia mengingatkan bahwa nyeri bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan indikator adanya kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Pertama kita harus sadar ya untuk semua yang terjadi di tubuh kita. Nyeri itu adalah suatu sensasi yang merupakan suatu sinyal. bahwa terjadi sesuatu di badan kita.

Kapan harus memeriksakan diri

Dokter Yudi menjelaskan bahwa nyeri yang bertahan 1-2 minggu dan tidak membaik setelah pengobatan awal atau pijat perlu dievaluasi lebih lanjut. Evaluasi dianjurkan terutama bila keluhan disertai pembengkakan yang menetap atau fungsi terbatasi.

Jadi jangan pernah menyepelekan suatu nyeri yang, terutama nyeri yang bertahan 1-2 minggu, sudah minum obat, sudah paling awal mesti pijet. Nggak membaik nih, nah itu wajib sekali untuk dievaluasi.

Pemeriksaan dan prosedur diagnostik

Untuk menelusuri penyebab nyeri, pemeriksaan tidak hanya bertujuan meredakan gejala. Dokter akan mencari akar masalah yang memicu rasa nyeri. Pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan meliputi rontgen dan MRI bila diperlukan untuk menilai struktur tulang dan jaringan lunak.

Penanganan khusus untuk masalah lutut

Yudi juga menyampaikan bahwa pemeriksaan tulang dan lutut belum dilakukan secara rutin oleh banyak orang, berbeda dengan pemeriksaan kolesterol atau asam urat. Ia menegaskan bahwa penggantian sendi lutut biasanya diperuntukkan bagi pasien berusia di atas 65 tahun. Pada pasien yang lebih muda, pendekatan dimulai dari evaluasi kondisi lutut dan penyebab keluhan, lalu memilih pengobatan konservatif atau intervensi lain sesuai kebutuhan.

Karena penggantian sendi lutut itu biasanya kita gunakan pada pasien di atas umur 65 tahun. Karena pasien itu akan implantasi awet, aktivitasnya juga lebih bisa kita takar.

Pesan akhir

Secara ringkas, pengamatan dini terhadap nyeri dan pemeriksaan medis saat keluhan menetap penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Masyarakat disarankan tidak menunda evaluasi profesional jika nyeri tidak membaik dalam satu sampai dua minggu atau disertai pembengkakan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait