Kasus DBD di Bekasi 2026 Capai 1.583, 3 Meninggal
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat 1.583 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode Januari–Mei 2026 dengan 3 pasien meninggal. Data ini terakhir diupdate pada 2 Mei 2026 dan disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Vevie Herawati, kepada wartawan pada 8 Juni 2026.
Data kasus dan korban meninggal
Angka 1.583 kasus merupakan total laporan DBD di Kota Bekasi hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut tercatat tiga kasus kematian yang dikonfirmasi sebagai pasien DBD.
Dari kasus yang terjadi kami mencatat ada kasus kematian. Pada tahun 2026 terdapat tiga kasus kematian pada pasien DBD.
Informasi itu disampaikan langsung oleh Vevie Herawati saat memberikan keterangan pers kepada media.
Persebaran berdasarkan usia
Kasus DBD paling banyak menyerang kelompok usia produktif. Rentang usia 14–44 tahun menjadi kelompok terdampak terbesar.
| Kelompok usia | Jumlah pasien |
|---|---|
| 14–44 tahun | 775 |
| 5–14 tahun | 442 |
| 44 tahun ke atas | 224 |
| 1–4 tahun | 141 |
| Di bawah 1 tahun | 22 |
Untuk angka DBD pada usia satu tahun ke bawah sebanyak 22 orang. Sedangkan usia 1-4 tahun itu kasusnya terjadi pada 141 orang.
Tren tiga tahun terakhir
Vevie menyebut tren kasus DBD selama tiga tahun terakhir relatif tinggi. Tahun 2023 tercatat 1.220 kasus, naik drastis menjadi 4.187 kasus pada 2024, lalu sedikit menurun menjadi 4.045 kasus pada 2025.
Meski ada penurunan pada 2025, jumlah kasus masih jauh lebih tinggi dibandingkan posisi pada 2023. Kondisi ini menunjukkan fluktuasi tetapi tetap pada level kewaspadaan tinggi.
Dampak dan langkah pencegahan
Peningkatan kasus DBD berdampak pada beban layanan kesehatan lokal dan produktivitas warga. Kelompok usia produktif yang paling banyak terdampak berisiko menimbulkan gangguan ekonomi keluarga.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat meningkatkan upaya pengendalian vektor, seperti menguras, menutup, dan mengubur (3M) tempat penampungan air. Pengawasan lingkungan dan pelaporan dini kasus juga dianjurkan untuk menurunkan penyebaran.
Data ini menjadi sinyal agar pemerintah daerah dan warga bekerja sama menekan angka penularan menjelang musim pancaroba dan puncak penularan nyamuk Aedes aegypti.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...