Dokter Ortopedi: Nyeri Tulang Perlu Ditelusuri, Bukan Sekadar Obat
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Dohar A. L. Tobing menekankan nyeri pada tulang harus ditelusuri penyebabnya, bukan hanya diatasi dengan obat. Pernyataan itu disampaikan dalam press conference Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026 di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Ia mengingatkan beberapa kasus membutuhkan tindakan khusus, termasuk operasi, bukan pengobatan instan.
Kenali penyebab sebelum memberi solusi
Dohar menjelaskan keluhan nyeri seringkali disertai kelainan struktur, seperti masalah pada tulang belakang. Menurutnya, dokter wajib mencari sumber masalah terlebih dulu. Dari situ, baru ditentukan penanganan yang sesuai kondisi pasien.
"Kalau kita bicara nyeri tentu kita mesti cari nyerinya, lalu kemudian kita mencari apa masalahnya lalu kita mencarikan solusinya. Kalau mereka bilang sakit tapi ternyata ada kelainan bentuk dari tulang belakang maka tentu juga kita mesti mencari solusinya."
Penjelasan itu menegaskan perlunya diagnosis komprehensif sebelum menetapkan perawatan. Tanpa pemeriksaan yang tepat, solusi yang diberikan bisa tidak efektif.
Mitos: nyeri = obat saja
Dohar menyinggung miskonsepsi luas bahwa semua nyeri bisa disembuhkan hanya dengan obat. Ia memberi contoh nyeri punggung bawah dan pinggang yang memiliki "seribu satu macam" penyebab. Karena itu, pendekatan seragam kerap gagal mengatasi keluhan pasien.
"Padahal kita kan misalnya orang sakit punggung bawah atau pinggang kan seribu satu macem penyebabnya. Sehingga kita perlu mencari solusi berdasarkan apa yang ada."
Intinya: bukan semua nyeri dihilangkan dengan analgesik. Penanganan bisa melibatkan terapi fisik, intervensi, atau operasi bila diperlukan.
Dampak menunda pemeriksaan
Menurut Dohar, banyak pasien menunda ke dokter dan lebih dulu mencoba pengobatan rumahan atau pijat. Keterlambatan ini membuat kondisi memburuk atau berkembang menjadi komplikasi. Akibatnya, harapan pasien untuk solusi cepat saat akhirnya berobat seringkali tidak realistis.
- Mencoba obat rumahan lebih dulu
- Mencari pijat bila tidak sembuh
- Baru ke dokter saat kondisi memburuk
"Harapan pasien solusinya simple tapi kita sebagai dokter mesti bisa menerjemahkan bahwa sebenarnya tidak simple, ini complicated. Gimana caranya meyakinkan pasien untuk mengerti bahwa solusi yang diperlukan adalah, katakanlah suatu tindakan."
Implikasi dan saran
Pesan utama dari Dohar adalah pentingnya edukasi pasien mengenai proses diagnosis dan pilihan pengobatan. Dokter perlu menjelaskan alasan dan tujuan setiap tindakan medis agar pasien memahami bahwa solusi tidak selalu instan. Dengan demikian, proses penanganan bisa lebih tepat dan hasilnya lebih baik.
Berita Terkait
Selain Asap Rokok, 5 Penyebab Pneumonia di Rumah yang Perlu Diwaspadai
Selain asap rokok, debu kipas, bedak tabur, obat nyamuk, virus tetangga, dan ventilasi buruk bisa picu pneum...
6 Kebiasaan Kecil untuk Jadi Lebih Produktif Tanpa Ribet
Enam kebiasaan kecil — hindari gawai, minum air, atur prioritas, kerjakan tugas penting, olahraga, refleksi...
Tanda Kurang Minum Air Putih yang Perlu Diwaspadai
Kenali tanda-tanda kurang minum air putih seperti haus, mulut kering, urine gelap, lelah, dan gangguan konse...
Penemuan Kasus Malaria Meningkat, Surveilans Dinilai Membaik
Kemenkes: peningkatan penemuan kasus malaria pada 2025 mencerminkan perbaikan surveilans; Papua tetap penyum...
Menkes: 70 Juta Warga Risiko Penyakit Hati Kronis, Perlu Skrining Lebih Luas
Menkes sebut sekitar 70 juta warga berisiko penyakit hati kronis; skrining masih 10% dan pemerintah perluas...
BPOM Upayakan Harga Obat Stabil Meski Biaya Produksi Naik
BPOM menyatakan kenaikan biaya bahan baku petrokimia tekan harga obat; pemerintah beri kemudahan agar kenaik...