Robotik Tingkatkan Presisi Operasi Penggantian Sendi Lutut
Dokter spesialis ortopedi I Made Yudi Mahardika menyatakan teknologi robotik membantu meningkatkan presisi operasi penggantian sendi lutut. Pernyataan itu disampaikan dalam Press Conference "Symposium Orthovolution Siloam Hospitals Mampang 2026" di Park Hyatt, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Menurutnya, robot bukan pengganti dokter, melainkan alat untuk memfasilitasi tindakan bedah agar lebih akurat.
Presisi pemotongan tulang sesuai kebutuhan pasien
Yudi menjelaskan teknologi robotik memungkinkan pemotongan tulang dilakukan lebih spesifik sesuai kebutuhan tiap pasien. Sistem ini membantu menentukan sudut pemotongan hingga tingkat pecahan derajat secara lebih presisi dibanding teknik manual.
Dengan perencanaan yang didukung robot, tahapan pemotongan dapat disesuaikan setelah tulang terekspos. Cara ini mengurangi ketergantungan pada berbagai alat berbeda yang biasa dipakai pada prosedur konvensional.
Mengurangi trauma jaringan dan perdarahan
Selain meningkatkan ketepatan, metode robotik disebut mengurangi kebutuhan pembebasan jaringan lunak dalam jumlah besar. Kondisi ini berkontribusi pada berkurangnya perdarahan selama operasi dibanding teknik konvensional sebelumnya.
Pemetaan langsung saat operasi, tanpa CT scan
Sistem robotik yang digunakan tidak memerlukan CT scan atau pemetaan praoperasi. Pemetaan dilakukan langsung saat tindakan bedah berlangsung, sehingga proses menjadi lebih cepat dan mengurangi ketidaknyamanan pasien.
Mempertahankan keseimbangan ligamen dan fungsi lutut
Yudi menuturkan robotik membantu mengembalikan keseimbangan ligamen dan soft tissue lutut secara lebih alami. Dengan demikian, fungsi dan pola gerak lutut pasien bisa dipertahankan mendekati kondisi sebelum operasi.
"Itu bukan robotnya yang bekerja untuk kita. Tapi kita yang mendapat fasilitasi dari robot untuk membantu si potongan lebih presisi,"
"Jadi di lutut-lutut kita ada ligamen-ligamen atau soft tissue yang menjaga kestabilitasannya. Jadi kita bisa mengembalikan hal tersebut seperti alaminya, seperti pasien sebelum operasi,"
Kesimpulan sementara — Teknologi robotik tidak menggantikan peran dokter, melainkan menjadi alat bantu untuk meningkatkan akurasi bedah lutut. Pendekatan ini berpotensi mengurangi trauma jaringan dan mempercepat proses intraoperatif tanpa kebutuhan pemindaian praoperasi.
Melihat manfaat tersebut, metode robotik menjadi salah satu fokus dalam upaya memperbaiki hasil jangka pendek dan fungsional pasien pascaoperasi penggantian sendi lutut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Diabetes Tak Terdeteksi, Ancaman Diam bagi Masyarakat
Sekitar 73% penderita diabetes di Indonesia tidak menyadari kondisinya; 20 juta terjangkit dan angka diperki...
Pentingnya Sarapan Pagi: Manfaat untuk Energi dan Konsentrasi
Sarapan pagi memberi energi, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung metabolisme. Pilih menu seimbang untuk...
PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS: Kenali Gejala dan Penyebab
PCOS resmi berubah nama menjadi PMOS (12 Mei 2026). Ketahui gejala, penyebab, dan langkah pencegahan seperti...
Cuaca Buruk: 27.308 Balita di Bekasi Terserang Batuk 2026
Dinas Kesehatan Bekasi mencatat 27.308 balita terserang batuk sepanjang 2026; cuaca buruk dan infeksi menjad...
Tren Gaya Hidup Sehat Meningkat: Alasan dan Aktivitas Populer
Gaya hidup sehat kian populer—didorong olahraga singkat, kelas kebugaran, dan pilihan makanan clean food yan...
Menkes Targetkan Penyerapan Anggaran Kemenkes di Atas 95%
Menkes Budi Gunadi menargetkan penyerapan anggaran Kemenkes di atas 95% dengan perbaikan tata kelola dan per...