Anggota DPR Kritik Akomodasi dan Transportasi Haji 1447H/2026
Pamekasan, 12 Juni 2026 — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan catatan kritis terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berdasarkan pengalamannya sebagai jemaah reguler Kloter SUB-74 Embarkasi Surabaya. Kritik diarahkan pada kondisi akomodasi di Makkah dan Madinah serta kinerja transportasi selama fase Armuzna.
Kritik soal akomodasi hotel
Ansari menilai fasilitas hotel yang menampung jemaah masih jauh dari klaim perbaikan kualitas. Ia menyebutkan penginapan yang ditempati di Makkah, Hotel Al-Ahbab Nomor 412, menunjukkan beberapa kekurangan mendasar.
- Kapasitas lift terbatas sehingga terjadi antrean panjang pada jam-waktu salat.
- Ukuran kamar relatif sempit untuk menampung jumlah jemaah dalam satu ruangan.
- Beberapa fasilitas dasar untuk kenyamanan jemaah belum tersedia secara optimal.
"Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menyampaikan adanya peningkatan kualitas layanan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia. Namun, berdasarkan pengalaman langsung saya sebagai jemaah reguler, fasilitas hotel yang saya tempati masih tergolong standar dan butuh banyak evaluasi," ujar Ansari.
Permasalahan transportasi pada puncak ibadah
Selain akomodasi, Ansari juga mengkritik sistem transportasi pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia memberi apresiasi pada penyediaan logistik konsumsi dan kualitas tenda yang menurutnya sudah memadai.
Namun, ia menemukan beberapa kendala transportasi yang memengaruhi kelancaran pelaksanaan ibadah dan kenyamanan jemaah:
- Keterbatasan armada bus saat mobilisasi menuju Arafah.
- Minimnya armada pada skema murur (lalu lintas melewati) dari Muzdalifah ke Mina.
- Kelangkaan transportasi untuk jemaah yang kembali ke hotel usai menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.
Rekomendasi dan harapan perbaikan
Ansari menegaskan bahwa kritik tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk mendorong perbaikan layanan haji ke depan. Sebagai wakil yang membidangi urusan keagamaan, ia meminta agar pengalaman riil jemaah dijadikan dasar perbaikan.
"Tujuan dari evaluasi ini adalah memberikan masukan konstruktif agar pelayanan kepada jemaah haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu," tegas Ansari.
Ia mendesak Kementerian Agama dan pemangku kepentingan lain menjadikan temuan lapangan sebagai blueprint perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun berikutnya. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah dalam pelaksanaan ibadah di tanah suci.
Berita Terkait
Soekarno Fun Run Jember: Ribuan Anak Muda Padati Markas Partai
DPC PDI Perjuangan Jember menggelar Soekarno Fun Run dan E-Sport 12-13 Juni 2026, menarik ribuan anak muda k...
Festival Bambu Magetan: UMKM dan Lingkungan Berjalan Seimbang
Festival Bambu Magetan dibuka 12 Juni 2026; UMKM, seni, dan edukasi lingkungan dipadukan untuk mendorong eko...
PDI Perjuangan Jatim Gelar Doa dan Tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang
PDI Perjuangan Jatim menggelar doa dan tahlil Bulan Bung Karno di Lumajang untuk merawat tradisi kebangsaan...
PDI Perjuangan Kediri Gelar Bulan Bung Karno 2026: Ziarah hingga E-sport
DPC PDI Perjuangan Kediri merayakan Bulan Bung Karno 2026 sepanjang Juni dengan ziarah, penanaman ketela poh...
Fery Sudarsono Ikut Bertanding di Turnamen Mini Soccer Piala Kapolres
Ketua DPC PDI Perjuangan Madiun, Fery Sudarsono, ikut bermain di Turnamen Mini Soccer U-40 Piala Kapolres Ma...
PDIP Jatim Tanam 1.000 Pohon di Lumajang untuk Konservasi
DPD PDI Perjuangan Jatim dan DPC Lumajang menanam 1.000 pohon di Bukit Perkemahan Glagaharum sebagai wujud k...