Nasional

Komisi VII DPR Dorong Penguatan Ekonomi Desa lewat Pisang Cavendish

Bagikan:

Komisi VII DPR RINovita Hardini (PDIP), melakukan kunjungan lapangan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan menyampaikan pernyataan di Trenggalek pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Blusukan dan aspirasi warga

Novita turun langsung untuk menyerap aspirasi warga dan meninjau inovasi pemberdayaan desa. Kunjungan meliputi dialog tentang infrastruktur, penerangan, dan potensi ekonomi lokal.

Dalam pernyataannya, Novita menekankan pentingnya pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

"Insyaallah, semua (aspirasi) semuanya ditampung, penguatan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Pemanfaatan lahan yang ada, bahkan dengan menanam beberapa batang pisang, dapat menjadi pintu masuk peningkatan pendapatan masyarakat,"

Model pengembangan pisang Cavendish di Bringinan

Kepala Desa Bringinan, Barno, menjelaskan program budidaya pisang Cavendish mulai digulirkan sejak 2024. Pemerintah desa mengalokasikan sekitar Rp3,5 juta untuk pengadaan benih dan pelatihan teknis bagi warga.

Konsepnya sederhana: warga tidak perlu lahan luas. Dengan menanam 2–5 batang per keluarga, tanaman yang berbuah dapat memberi tambahan pendapatan rumah tangga.

"Alhamdulillah di Bringinan berhasil. Dengan adanya program ini, ekonomi keluarga ikut meningkat,"

Dampak awal dan potensi replikasi

Program yang dilaksanakan di Bringinan kini mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi pisang telah memberikan pemasukan tambahan bagi beberapa keluarga.

Novita menyatakan bahwa model ini layak direplikasi di desa-desa lain di Ponorogo jika diimplementasikan secara terencana. Ia menilai, bila ditularkan, program bisa menjadi pengungkit ekonomi kabupaten.

"Kalau ini bisa ditularkan dan dilaksanakan di desa-desa lain. Tentu dapat menjadi salah satu pintu kebangkitan ekonomi Kabupaten Ponorogo,"

Kebijakan, dukungan, dan keberlanjutan

Novita menekankan peran pemerintah bersama DPR dalam memastikan program ekonomi desa tidak hanya berupa bantuan sekali pakai. Tujuan utamanya adalah menciptakan kemandirian ekonomi yang dikelola warga dan berkelanjutan.

"Menciptakan peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan pendapatan masyarakat. Bagaimana masyarakat memiliki sumber ekonomi yang tumbuh dari desa, dikelola oleh warga, dan manfaatnya kembali kepada keluarga serta lingkungan sekitar,"

Langkah selanjutnya yang disarankan antara lain dukungan penyediaan bibit dari pemerintah, pelatihan lanjutan, serta pendampingan teknis agar hasil budidaya semakin optimal dan memberi dampak ekonomi lebih luas.

Dengan bukti awal keberhasilan di Bringinan, model pengembangan pisang Cavendish dipandang sebagai alternatif tepat untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat ekonomi desa.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait