Ekonomi

Edukasi Digital Dorong Dominasi Produk Lokal di Pasar Elektronik

Bagikan:
Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di TMII, Jakarta, 13 Agustus 2026

Pemerintah dan pelaku platform belanja daring meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai edukasi digital bagi perajin dan pelaku UMKM menjadi kunci meningkatkan dominasi komoditas lokal serta melindungi konsumen. Program ini juga menegaskan kepatuhan platform terhadap aturan baru, termasuk Permendag 19.

Peluncuran program dan respons pemerintah

Acara peluncuran menekankan perlunya sinergi antara regulator, platform, dan pelaku usaha untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar elektronik. Menteri Perdagangan memberi apresiasi khusus kepada salah satu platform karena cepat merespons kebijakan pemerintah.

Saya mengapresiasi ke Shopee ya. Terima kasih Shopee karena kita ada kebijakan yang baru yang dituangkan dalam Permendag 19. Ternyata Shopee merespons dengan cepat

Menteri menyebut percepatan respons platform menjadi bagian penting dalam implementasi kebijakan agar perlindungan konsumen dan kepastian usaha berjalan seimbang.

Tiga pilar jaringan niaga elektronik

Menteri Budi menjabarkan tiga pilar yang harus seimbang dalam membangun ekosistem niaga elektronik aman. Ketiganya saling terkait dan mempengaruhi kualitas layanan serta kepercayaan konsumen.

  • Kesiapan produsen lokal — kemampuan produksi, kualitas, dan standar pemasaran.
  • Komitmen penyedia aplikasi — peran platform dalam fasilitas, fitur, dan pengawasan.
  • Tingkat kepuasan konsumen — tolok ukur penerimaan pasar dan umpan balik.

Ibu Balques sudah menjelaskan ekosistemnya itu ada produk ya atau seller, jadi Bapak Ibu para UMKM yang jualan, kemudian ada platform-nya atau pedagangnya yang yang juga berjualan sebenarnya, tapi menjual produk Bapak Ibu semua. Kemudian yang ketiga adalah konsumennya

Inisiatif Shopee: pembinaan dan kelas online

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menjelaskan platform telah menggelar program pembinaan digital untuk penjual. Program itu memindahkan sebagian besar pelatihan ke format jarak jauh agar dapat diakses luas dan berkelanjutan.

Dulu mungkin kami punya kampus offline, Pak, karena posisi per saat itu bener-bener baru mau mentransformasikan di zaman Covid, mungkin kalau masih ingat ya ada kampus online, tapi dengan kecanggihan yang sudah terasa dari para sellers, nampaknya sangat cepat dan kemudian tepat ketika kita punya Kampus Shopee Kelas Online

Balques menambahkan seluruh kurikulum bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat diakses gratis melalui aplikasi. Penjual bebas memilih modul mulai dari promosi, affiliate marketing, fitur interaktif seperti Shopee Live, hingga optimasi pengelolaan toko.

Fasilitasnya gratis, dan silakan pilih jadwal sendiri, hanya dari app. Jadi, semua dari app tinggal pilih mau program promosi, mau affiliate marketing, mau fitur interaktif Shopee Live, optimasi , mau belajar pengelolaan toko Shopee, atau mungkin kalau perlu, kalau perlu ngajak saya hal yang tidak ada di modulnya juga bisa

Dukungan UMKM: pengalaman pelaku usaha

Salah satu pelaku usaha fesyen ramah lingkungan, Syalia, berbagi pengalaman bergabung di platform selama sekitar 10 tahun. Ia mengatakan produk syal batik berkonsep sustainability berhasil mempertahankan kualitas dan menarik pembeli hingga ke mancanegara.

Jadi saya juga sama sudah di Shopee sekitar 10 tahun juga. Produk saya itu syal batik tapi sustainability

Penutup: arah ke depan

Peluncuran program ini menunjukkan arah kebijakan yang mengedepankan edukasi digital dan kepatuhan platform untuk memperkuat produk lokal. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kesinambungan pembinaan, pengawasan aturan, dan respons pasar. Jika aplikasi pembinaan terus berkembang, peluang dominasi produk lokal di pasar elektronik berpotensi meningkat sambil menjaga perlindungan konsumen.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait