Ekonomi

Devisa Pariwisata RI Tumbuh 6,3% Ditopang Kunjungan Wisman

Bagikan:
Wisatawan mancanegara di lokasi wisata Indonesia sebagai simbol pertumbuhan devisa pariwisata

Badan Komunikasi Pemerintah (BakKom) RI melaporkan peningkatan penerimaan devisa sektor pariwisata sebesar 6,3 persen, menjadi US$ 4,05 miliar pada Triwulan I 2026. Kenaikan ini terjadi seiring bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 4,68 juta kunjungan. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Data devisa dan volume kunjungan

Penerimaan devisa pariwisata pada periode ini setara dengan sekitar Rp 68,28 triliun. Angka kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Devisa Triwulan I: US$ 4,05 miliar (≈ Rp 68,28 triliun)
  • Kunjungan wisman: 4,68 juta (+8,24%)
  • Realisasi kunjungan empat bulan pertama tahun lalu: 4,33 juta

Faktor pendorong: kunjungan dan pengeluaran

Bakom RI menyatakan, pertumbuhan devisa didorong oleh kenaikan jumlah kunjungan sekaligus peningkatan pengeluaran per wisatawan. Rata-rata pengeluaran per kunjungan tercatat US$ 1.345,61, naik 5,36 persen dari US$ 1.277,17 pada periode sebelumnya. Dalam kurs rupiah, rata-rata pengeluaran per kunjungan setara sekitar Rp 22,68 juta.

Peningkatan jumlah kunjungan yang diiringi peningkatan pengeluaran ini mendorong pertumbuhan devisa pariwisata

Menurut keterangan resmi, strategi pemasaran yang adaptif dan optimalisasi pasar jarak dekat serta menengah turut menjaga arus kunjungan di tengah gejolak ekonomi global.

Pergerakan wisatawan domestik

Selain kunjungan asing, aktivitas wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Total perjalanan domestik mencapai 417,06 juta perjalanan sepanjang Januari hingga April, tumbuh 1,48 persen dari 410,99 juta pada periode sama tahun lalu.

Dampak terhadap PDB dan prospek

Sektor pariwisata diperkirakan memberikan kontribusi langsung terhadap PDB nasional. Bakom RI memperkirakan nilai kontribusi sektor ini berada di kisaran Rp 248,11 triliun hingga Rp 309,36 triliun. Hal ini memperkuat posisi pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.

Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan resilience, baik dari sisi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga ini semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional

Dengan indikator kunjungan dan pengeluaran yang meningkat, pemerintah diharapkan melanjutkan strategi pasar yang adaptif untuk mempertahankan momentum pemulihan pariwisata.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait