Anas Karno Minta Deteksi Dini Diperkuat untuk Cegah Konflik di Surabaya
SURABAYA, 1 Agustus 2026 — Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, meminta camat, lurah, serta pengurus RT dan RW memperkuat deteksi dini terhadap persoalan sosial di lingkungan masing-masing. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Peran perangkat kewilayahan
Anas menegaskan perangkat wilayah harus hadir lebih awal ketika ada indikasi gesekan sosial. Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan mediasi cepat menjadi kunci penyelesaian masalah sejak awal.
"Ketika ada potensi gesekan di masyarakat, perangkat wilayah harus hadir lebih awal untuk membangun komunikasi dan mencari solusi,"
Politisi tersebut menyebut camat, lurah, RT, dan RW sebagai ujung tombak pemerintah yang paling memahami kondisi masyarakat. Karena itu, mereka diharapkan aktif memetakan persoalan dan segera menindaklanjuti keluhan warga.
Sinergi antar elemen masyarakat
Anas menekankan pentingnya kerja sama lintas elemen di tingkat kampung. Sinergi ini dianggap sebagai bagian dari sistem deteksi dini yang efektif.
- RT dan RW
- Kelurahan dan kecamatan
- Tokoh masyarakat dan tokoh agama
- Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Ia menambahkan bahwa ketika komunikasi berjalan baik, banyak persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berdampak lebih luas.
"RT dan RW adalah mata dan telinga pemerintah di lingkungan. Kalau komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan bisa diketahui lebih cepat dan diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berdampak lebih luas,"
Dampak bagi penanganan konflik di kota
Surabaya, sebagai kota metropolitan dengan mobilitas sosial dan ekonomi yang tinggi, membutuhkan sistem komunikasi dan koordinasi yang kuat. Anas menilai upaya pencegahan harus melibatkan semua elemen pemerintahan hingga tingkat lingkungan.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Pesan penutup
Anas menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah sampai ke level paling bawah. Menurutnya, ketika warga merasa didengar dan persoalannya cepat ditindaklanjuti, potensi konflik akan lebih mudah dicegah.
Implikasinya, penguatan sistem deteksi dini dan pemantapan sinergi di tingkat RT/RW menjadi langkah prioritas untuk menjaga kondusivitas Surabaya ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti Desak Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD untuk Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi jadi prioritas RPJMD pasca banjir-longsor di tujuh kecamatan Malang untuk...
Dewanti: Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi masuk prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor di tujuh kecamatan Kabup...
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...