Dekopinwil Jadi Ujung Tombak Gerakan Koperasi Nasional
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) berperan strategis sebagai ujung tombak implementasi gerakan koperasi sesuai Pasal 33 UUD 1945. Pernyataan itu disampaikan saat pengukuhan dan pelantikan Pengurus Dekopinwil Provinsi Banten di Serang, beberapa waktu lalu.
Peran Dekopinwil untuk implementasi KDKMP
Menurut Wamenkop, pengukuhan ini menjadi momentum bagi Dekopinwil untuk bergerak lebih cepat, tepat, dan luas. Tujuannya memastikan koperasi berfungsi sebagai pilar perekonomian kerakyatan sebagaimana amanat konstitusi.
Program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disebutnya sebagai alat utama untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui koperasi. Farida menekankan program itu bukan hanya tugas kementerian.
"Momentum kali ini kita pastikan agar apa yang menjadi program strategis nasional dalam bentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini tidak berjalan sendiri,"
Tanggung jawab bersama dan peran Dekopinwil
Wamenkop menegaskan KDKMP adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Dekopinwil harus menjadi kepanjangan tangan kementerian untuk mendampingi koperasi di daerah masing-masing.
Dengan begitu, program yang dijalankan Dekopinwil diharapkan selaras dengan target nasional dan berdampak nyata pada anggota koperasi.
Empat tantangan yang harus dijawab
Farida mengingatkan koperasi wajib menjawab empat tantangan untuk bertahan dan bersaing. Keempatnya adalah:
- Manajemen dan tata kelola yang profesional;
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia;
- Meningkatkan minat generasi muda terhadap koperasi;
- Adaptasi teknologi digital.
Ia menekankan perubahan paradigma agar koperasi yang kerap dianggap jadul menjadi lembaga modern dan profesional.
"Di era sekarang, satu-satunya cara untuk bisa beradaptasi adalah menjalankan koperasi dengan cara profesional, tidak ada cara lain,"
Unit bisnis dan literasi digital
Selain tata kelola, Wamenkop menyoroti pentingnya unit bisnis yang jelas dalam struktur koperasi. Tanpa unit bisnis yang kompeten, koperasi sulit bersaing di pasar.
Literasi digital juga menjadi solusi utama. Dengan kemampuan digital, pelayanan, pembukuan, dan pemasaran koperasi dapat diakses lebih mudah, terutama oleh generasi muda.
Hadir dalam acara
Acara pengukuhan dihadiri oleh pejabat daerah dan pimpinan koperasi, termasuk Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Ketua DPRD Provinsi Banten, serta Ketua Harian DEKOPIN dan Ketua Terpilih Dekopinwil Provinsi Banten.
Dengan peran aktif Dekopinwil dan sinergi lintas pihak, pemerintah berharap KDKMP dapat menjadi motor penggerak penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dalam jangka menengah dan panjang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Harga Emas Pegadaian 11 Agustus 2026: Galeri24 Naik, UBS Stagnan
Harga emas Pegadaian 11 Agustus 2026: Galeri24 naik Rp38.000/gram jadi Rp2.669.000, UBS tetap Rp2.729.000 pe...
TRIV Group Raih 5 Penghargaan, Perkuat Kepercayaan Industri Kripto
TRIV Group meraih lima penghargaan nasional dan internasional; capaian ini memperkuat kepercayaan publik dan...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, 11 Agustus 2026
Harga emas Antam naik Rp20.000 per gram pada 11 Agustus 2026; harga 1 gram tercatat Rp2.710.000, naik dari R...
LPDB Perluas Akses Dana Bergulir untuk Koperasi Sektor Riil
LPDB memperluas akses dana bergulir bagi 36 koperasi sektor riil lewat temu mitra, digitalisasi pengajuan, d...
IHSG Diprakirakan Sideways 6.300-6.450, Pasar Tunggu Data Ekonomi
IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.300-6.450, pelaku pasar menunggu data ekonomi dan perkemban...
10 Perusahaan Indonesia Lolos ke Saudi Fashion & Tex Expo 2026
Kementerian Perdagangan memilih 10 perusahaan dari 182 pendaftar untuk tampil di Saudi Fashion & Tex Expo 20...