Trump Dukung Infantino di Tengah Polemik Rencana FFE
Donald Trump memastikan dukungannya untuk Gianni Infantino pada 11 Agustus 2026, menentang upaya penggantian Presiden FIFA yang muncul setelah rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) menuai kritik luas. Pernyataan itu datang saat beberapa konfederasi menuduh Infantino merusak kepercayaan melalui dugaan tindakan penipuan terkait skema pengelolaan hak komersial FIFA.
Dukungan publik Trump
Melalui platform pribadinya pada 11 Agustus 2026, Trump mengatakan penggantian Infantino akan menjadi kesalahan besar bagi federasi sepak bola dunia. Ia memuji keberhasilan Infantino memimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dan menyatakan turnamen itu berlangsung sangat sukses di bawah kepemimpinannya.
FIFA akan melakukan kesalahan besar jika mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino. Dia luar biasa, di bawah kepemimpinannya Piala Dunia baru saja berlangsung sebagai yang tersukses.
Kontroversi seputar rencana FFE
Rencana FFE memuat pembentukan perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan tiket seluruh kompetisi FIFA. Skema ini juga mencakup rencana penjualan 21 persen saham kepada kelompok investor swasta, yang memicu protes dari beberapa pihak.
Salah satu nama yang disebut berpotensi memimpin kelompok investor adalah Thrive Eternal, sebuah perusahaan modal ventura asal AS yang didirikan Joshua Kushner, saudara dari menantu Trump, Jared Kushner.
Reaksi konfederasi dan ancaman boikot
Tiga konfederasi utama menyatakan keprihatinan serius atas rencana tersebut dan menuduh adanya pelanggaran tanggung jawab serta potensi konflik kepentingan. Mereka menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum dan bahkan ancaman boikot jika perubahan kepemimpinan dan rencana komersial tetap dipaksakan.
- UEFA
- Concacaf
- AFC
Ketiga konfederasi juga membahas kemungkinan menyelenggarakan kompetisi tandingan jika Infantino tetap menjabat. Namun pembicaraan masih dalam tahap awal dan belum mencapai pembahasan substantif.
Konsekuensi dan konteks
Pernyataan dukungan Trump mempertegas posisi politik dan hubungan dekat antara tokoh yang bersangkutan dengan Presiden FIFA. Infantino sebelumnya memberi Trump Penghargaan Perdamaian FIFA perdana pada Desember 2025, hubungan yang turut mendapat sorotan di tengah kontroversi ini.
Piala Dunia 2026, yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, disebut sebagai salah satu penyelenggaraan paling sukses dan berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina di final. Keberhasilan turnamen ini menjadi salah satu alasan yang dikemukakan pendukung Infantino untuk mempertahankan kepemimpinannya.
Ke depan, publik menunggu respons resmi FIFA terhadap tekanan dari konfederasi dan dampak nyata dari langkah investor swasta dalam rencana FFE. Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah polemik ini berujung pada perubahan struktur organisasi atau penyelesaian internal.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Araujo Target Trofi di Liverpool dan Siap Berpadu dengan Van Dijk
Ronald Araujo bergabung ke Liverpool dengan status pinjaman musim 2026-27; ia menargetkan trofi dan ingin be...
Liverpool Resmi Pinjam Ronald Araujo dari Barcelona
Liverpool meminjam Ronald Araujo dari Barcelona untuk musim 2026-27 dengan opsi beli €55 juta; bek Uruguay a...
PB Jaya Raya Rayakan 50 Tahun, Konsisten Cetak Talenta
PB Jaya Raya genap 50 tahun dan menegaskan komitmen pembinaan talenta bulu tangkis Indonesia, dengan perayaa...
Ajax Menang 2-0 atas Zwolle, Míchel: Belum Meyakinkan
Ajax menang 2-0 atas PEC Zwolle pada pembuka Eredivisie 2026/2027, namun pelatih Míchel menilai penampilan t...
PSG Resmi Datangkan Lucas Digne dari Aston Villa
Paris Saint-Germain merekrut Lucas Digne dari Aston Villa pada musim panas 2026 dengan kontrak tiga tahun hi...
Arteta Jadi Pelatih Bergaji Tertinggi Liga Inggris dengan £15 Juta
Mikel Arteta menjadi pelatih bergaji tertinggi Liga Inggris dengan gaji sekitar £15 juta per tahun setelah A...