Presiden Targetkan Defisit APBN 2027 Maksimal 2,4 Persen
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen terhadap PDB. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Target fiskal inti RAPBN 2027
Pemerintah memasukkan angka-angka kunci fiskal dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 yang disampaikan langsung oleh Presiden. Selain target defisit, pemerintah juga memproyeksikan rasio pendapatan dan belanja terhadap PDB.
- Defisit APBN: 1,80% hingga maksimal 2,40% PDB
- Pendapatan negara: 11,82% hingga 12,40% PDB
- Belanja negara: 13,62% hingga 14,80% PDB
Presiden menekankan pengendalian defisit sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah pada tahun mendatang.
“Defisit APBN akan kami jaga di kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB (produk domestik bruto). Kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,”
Sidang paripurna dan kehadiran pimpinan
Sidang paripurna tempat Presiden menyampaikan KEM-PPKF dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Rapat dihadiri 451 anggota DPR RI. Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran Kabinet Merah Putih.
Respons DPR dan proses selanjutnya
Ketua DPR Puan Maharani menyebut kehadiran Presiden dalam rapat paripurna sebagai momentum penting untuk merancang APBN 2027. Ia menilai rancangan anggaran akan berperan pada upaya mencapai kesejahteraan nasional.
"Bagaimana nantinya rancang bangun APBN 2027 akan menjadi satu hal yang akan membangun bangsa Indonesia mencapai kesejahteraan,"
Puan juga menyampaikan seluruh fraksi DPR akan memberikan pandangan tentang KEM-PPKF RAPBN 2027 pada 4 Juni mendatang. Pandangan fraksi akan menjadi bahan evaluasi terhadap program pemerintah untuk tahun depan.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan angka-angka yang disampaikan, pemerintah dan DPR akan melakukan pembahasan lebih lanjut untuk menyempurnakan RAPBN 2027. Koordinasi antarlembaga disebut penting agar belanja dan penerimaan negara dapat mendukung prioritas kebijakan tanpa mengikis kesehatan fiskal.
Rangka waktu pembahasan dan masukan fraksi menjadi penentu finalisasi angka-angka tersebut sebelum RAPBN 2027 ditetapkan.
Berita Terkait
Nawakara GEMILANG: Edukasi Keselamatan untuk Siswa SD
PT Nawakara meluncurkan Nawakara GEMILANG pada 20 Mei 2026 untuk edukasi keselamatan dan lingkungan bagi sis...
Komisi IV DPR: Bongkar Dalang Mafia Pangan Pemicu Lonjakan Minyak
Komisi IV DPR minta bongkar dalang mafia pangan penyebab lonjakan harga minyak goreng; desak penyelidikan da...
Komisi II Tunggu Arahan Soal Revisi UU Pemilu dari Pimpinan DPR dan Parpol
Komisi II DPR menunggu arahan pimpinan DPR dan parpol sebelum mulai membahas revisi UU Pemilu dengan opsi-op...
Prabowo Wajibkan Ekspor Komoditas Strategis Melalui BUMN
Prabowo mewajibkan ekspor sawit, batu bara, dan ferro alloy diproses lewat BUMN untuk perkuat pengawasan dan...
Prabowo Instruksikan Bank Negara Turunkan Bunga untuk Rakyat
Presiden Prabowo minta Himbara turunkan bunga bagi rakyat miskin dan siapkan kredit startup untuk anak muda,...
Kemenbud Resmikan Pameran Meriam Joseph L. Spartz di Jakarta
Kemenbud meresmikan Pameran Meriam Joseph L. Spartz di Museum Kebangkitan Nasional, menampilkan 165 koleksi...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!