Menkeu Airlangga: Data Center Jadi Peluang Investasi Baru di RI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pengembangan data center adalah peluang investasi baru bagi Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Ia menekankan perlunya dukungan infrastruktur, lahan, energi hijau, dan konektivitas untuk menangkap peluang tersebut.
Potensi dan kebutuhan pengembangan data center
Airlangga menilai permintaan terhadap kapasitas data terus meningkat seiring perkembangan teknologi. Kebutuhan itu membuka peluang investasi besar bagi kawasan industri yang cepat beradaptasi.
"Peluang Indonesia pada sektor tersebut ke depan sangat besar sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal. Percepatan penguatan konektivitas kelistrikan dan penyediaan energi hijau harus dilakukan,"
Ia menambahkan bahwa pengembangan data center menuntut ketersediaan lahan, pasokan energi terbarukan, air, serta jaringan komunikasi yang handal. Tanpa unsur tersebut, pengembangan skala besar sulit terealisasi.
Transformasi digital dan peran AI
Menurut Airlangga, transformasi digital yang cepat mensyaratkan kawasan industri menjadi lebih adaptif. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong kebutuhan data berkualitas dan infrastruktur digital yang memadai.
"Seiring dengan perkembangan teknologi, kawasan industri juga perlu semakin adaptif terhadap transformasi digital yang bergerak cepat. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mendorong peningkatan kebutuhan terhadap data berkualitas dan infrastruktur digital, khususnya data center,"
Insentif kebijakan dan integrasi regional
Pemerintah dinilai telah mengantisipasi tren ini melalui inisiatif internasional. Salah satunya adalah inisiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang bertujuan memperkuat ekosistem digital dan integrasi ekonomi di kawasan.
Data kawasan industri dan daya tarik investasi
Airlangga juga menegaskan Indonesia tetap menarik bagi investor asing. Ia merujuk hasil survei badan promosi perdagangan Jepang yang menunjukkan sebagian besar investor memperoleh keuntungan dari penanaman modal di Indonesia.
"Hasil survei JETRO menunjukkan sekitar 70 persen perusahaan yang berinvestasi di Indonesia mencatatkan keuntungan. Keuntungannya bahkan menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah negara lain,"
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Jumlah kawasan industri | 129 kawasan |
| Total luas lahan | ~170.000 hektar |
| Perusahaan manufaktur | ~10.400 perusahaan |
| Tenaga kerja terserap | ~4,5 juta orang |
Implikasi dan langkah ke depan
Pengembangan kawasan industri, termasuk dukungan KEK, dinilai penting untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi. Airlangga menegaskan fungsi kawasan industri sebagai penggerak ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan mendorong kesejahteraan.
"Karena kawasan industri menjadi penggerak ekonomi bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,"
Ke depan, percepatan penguatan konektivitas listrik dan penyediaan energi hijau menjadi fokus untuk menarik investor data center. Langkah ini dinilai krusial agar Indonesia dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...