Columbia Asia Medan Tingkatkan Hasil Hemodialisis 20%
Medan — Columbia Asia Hospital Medan melaporkan peningkatan hasil klinis hemodialisis hingga 20 persen melalui penerapan metode multidisiplin terintegrasi. Pengumuman ini disampaikan pada seminar "Deteksi Dini Pada Hemodialysis Access Management" di Hotel Four Points Medan, Sabtu (4/7). Upaya dimaksud dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani terapi cuci darah rutin.
Metode multidisiplin dan bukti peningkatan hasil
Rumah sakit menyatakan pendekatan baru melibatkan koordinasi antara dokter umum, Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular, serta Spesialis Nefrologi. Hasil pemantauan internal menunjukkan kenaikan clinical outcome sekitar 20 persen dibandingkan metode konvensional. Kolaborasi ini sudah diterapkan penuh di fasilitas hemodialisis rumah sakit.
"Praktik multidisiplin ini melibatkan dokter umum sebagai tata laksana, serta pemantauan dari Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular dan Spesialis Nefrologi. Hasilnya, clinical outcome meningkat 20 persen dibandingkan metode konvensional dan sudah diterapkan penuh di RS kami."
Alat sekali pakai untuk menekan risiko infeksi
Selain integrasi tim medis, rumah sakit menerapkan penggunaan single use atau alat sekali pakai pada prosedur dialisis. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan sterilisasi dan menurunkan risiko infeksi bagi pasien yang membutuhkan terapi seumur hidup. Langkah ini dinilai penting mengingat frekuensi prosedur dan kondisi imun pasien PGK.
Intervensi minimal invasif menjaga akses pembuluh darah
Tantangan utama pasien hemodialisis adalah menjaga fungsi akses vaskular seperti AV fistula atau AV graft. Penyempitan atau sumbatan pada akses tersebut dapat mengganggu proses cuci darah. Menurut Pakar Bedah Vaskular dan Endovaskular, teknologi kini memungkinkan tindakan yang lebih ringan dan efisien.
"Dulu jika akses tersumbat harus dibuat baru. Sekarang kita bisa melakukan intervensi minimal invasif menggunakan balon sesuai kasus."
Tim bedah yang hadir dalam seminar mencakup dr. Muhammad Khadafi, Sp.B, Subsp. BVE(K) dan dr. Mohammad Nazril Rizki, M.Ked(Surg), Sp.B, Subsp. BVE(K). Perwakilan perusahaan alat medis global juga ikut membahas teknologi yang dipakai dalam intervensi tersebut.
Edukasi publik dan deteksi dini
Meski fasilitas medis di Medan telah mendekati standar internasional, rumah sakit menilai tantangan terbesar ada pada kesadaran masyarakat. Penyakit ginjal kronis kerap disebut silent killer karena gejala sering muncul saat penyakit sudah lanjut. Oleh karena itu, Columbia Asia Hospital Medan berkomitmen memperkuat program edukasi dan menyediakan paket pemeriksaan ginjal lebih terjangkau.
Langkah ini diharapkan meningkatkan deteksi dini gangguan ginjal, memperlambat perkembangan penyakit, dan menurunkan angka gagal ginjal di wilayah Sumatera Utara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ikhwan Apresiasi BGN Turun Tangan atas Keracunan MBG di Karo
Wakil Ketua DPRD Sumut apresiasi Kepala BGN yang turun langsung menangani keracunan MBG di Karo; investigasi...
Wagub Sumut Apresiasi Kontribusi USU pada Dies Natalis ke-74
Wagub Sumut apresiasi peran USU dalam pendidikan, riset, dan pembangunan saat Sidang Terbuka Dies Natalis ke...
Asahan Siapkan Parlinsos Digital 2026 untuk Akurasi Bansos
Pemkab Asahan menggelar rakor persiapan Parlinsos Digital 2026 untuk menyatukan data dan memastikan penyalur...
BRT Mebidang Diresmikan, Lintasan Khusus di Lapangan Belum Rampung
Gubernur Sumut meresmikan BRT Mebidang 19 Agustus, namun lintasan khusus di lapangan masih berupa pembongkar...
Polda Sumut Ungkap 6.369 Kasus Kejahatan Jalanan Jan–Jul 2026
Polda Sumut ungkap 6.369 kasus kejahatan jalanan Jan–Jul 2026 dan amankan 2.400 pelaku; termasuk pengungkapa...
FKPPI Sumut Nyatakan Dukung Program Pangdam I/BB
FKPPI Sumut menyatakan dukungan kepada program Pangdam I/BB, termasuk pembangunan jembatan perintis dan prog...