BYD Mulai Produksi di Subang, Kapasitas 150.000 Mobil/Tahun
SUBANG — Pabrik baru BYD di Subang, Jawa Barat, resmi beroperasi dan siap memproduksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Fasilitas ini mulai melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja lokal sejak pembukaan pada awal September 2026, sebagai bagian dari strategi memperkuat manufaktur mobil listrik dan hybrid di dalam negeri.
Tenaga kerja dan proyeksi kebutuhan
Manajemen BYD menegaskan penggunaan tenaga kerja lokal menjadi kunci kelancaran produksi. Saat ini perusahaan sudah merekrut ribuan pekerja dari berbagai wilayah Indonesia.
"Agar model mobil di sini dapat diproduksi dengan sempurna, hari ini kami sudah memiliki 5.000 pekerja lokal dari seluruh Indonesia. Mereka rajin, mereka bekerja keras,"
Perusahaan memperkirakan jumlah pekerja akan bertambah seiring skala operasional. Saat fasilitas beroperasi penuh, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan mencapai sekitar 20.000 orang.
Fasilitas dan proses produksi
Pabrik berdiri di atas lahan seluas 126 hektare dan dibangun dengan nilai investasi mencapai belasan triliun rupiah. Fasilitas ini dirancang untuk memproduksi kendaraan energi baru, baik mobil listrik murni maupun hybrid.
Proses manufakturnya mengikuti empat tahapan utama:
- Pengepresan (stamping),
- Pengelasan (welding),
- Pengecatan (painting),
- Perakitan (assembly).
BYD juga membawa teknologi dan proses produksi globalnya ke fasilitas ini. Tujuannya memperkuat basis manufaktur otomotif berbasis teknologi di Indonesia dan meningkatkan kapasitas produksi kendaraan energi baru.
Dampak terhadap industri dan investasi
Hadirnya pabrik BYD di Subang menandai pergeseran investasi perusahaan dari sekadar membangun pasar ke penguatan aktivitas manufaktur lokal. Langkah ini diprediksi mendorong rantai pasok otomotif dalam negeri, menyerap tenaga kerja, serta mempercepat adopsi kendaraan listrik.
“Basis produksi ini adalah basis produksi mobil energi baru 100 persen terbesar di Indonesia saat ini,”
Penempatan fasilitas berskala besar juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam peta produksi kendaraan listrik regional.
Prospek ke depan
Dengan kapasitas hingga 150.000 unit per tahun dan rencana penambahan tenaga kerja, pabrik BYD di Subang diproyeksikan menjadi pusat produksi kendaraan energi baru utama di Tanah Air. Keberlanjutan investasi dan integrasi rantai pasok lokal akan menentukan seberapa besar dampak ekonomi dan transisi mobilitas hijau di Indonesia.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
Poles Kaca Mobil: Atasi Baret Halus dan Kembalikan Kejernihan
Poles kaca mobil efektif menghilangkan baret halus dan mengembalikan kejernihan; pilih jasa profesional dan...
Yadea Tantang GT80 Tembus 180+ km Sekali Isi Baterai
Yadea menargetkan GT80 menempuh lebih dari 180 km sekali isi baterai, menindaklanjuti uji 150+ km pada OSTA...
GIIAS Makassar 2026: 14 Merek Siap Tampil 28 Okt–1 Nov
GIIAS Makassar 2026 digelar 28 Okt–1 Nov di Summarecon Mutiara Makassar; 14 merek kendaraan penumpang dan se...
ALVA ONE & CERVO Raih Disway Awards 2026, Bukti Kepercayaan Publik
ALVA ONE dan ALVA CERVO memenangkan Disway Awards 2026 berkat kepercayaan publik lebih dari 80% dari survei...
Aldi Satya Mahendra Bangkit di Jerez, Kenang Gelar World Supersport 300
Aldi Satya Mahendra menuju seri pamungkas World Supersport 2026 di Jerez dengan motivasi kuat usai tanpa poi...
Toyota Indonesia Raih Primaniyarta 2026, Ekspor Hybrid Tumbuh 64 Persen
TMMIN meraih Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA; ekspor Toyota mencapai 223.696 unit Jan–Sep...