Otomotif

8 Hal Wajib Dicek Sebelum Beli Mobil EV Bekas

Bagikan:
Pemeriksaan baterai dan charger pada mobil listrik bekas

Jakarta — Sebelum membeli mobil listrik bekas (EV), calon pembeli harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada beberapa komponen kunci, terutama baterai, motor listrik, perangkat pengisian, dan aspek legalitas. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan performa, keselamatan, dan biaya kepemilikan di masa datang.

Periksa Kondisi Baterai dengan Scanner

Baterai adalah komponen paling krusial pada mobil EV. Indikator di dasbor saja tidak cukup untuk menilai kesehatan baterai.

Gunakan scanner khusus kendaraan listrik untuk membaca data internal, termasuk kapasitas aktual, temperatur, status inverter, dan kondisi modul baterai. Hasil pembacaan memberikan gambaran lebih akurat tentang sisa umur baterai dan potensi biaya penggantian.

Salah satu fasilitas yang menyediakan pemeriksaan khusus untuk hybrid dan EV adalah Domo Hybrid dan EV. Dengan pemeriksaan ini, calon pembeli bisa mendapat hasil teknis yang membantu pengambilan keputusan.

Dengarkan Motor Listrik Saat Test Drive

Meski motor listrik umumnya lebih senyap dibanding mesin pembakaran, suara anomali tetap mungkin muncul. Oleh karena itu, test drive harus mencakup pemeriksaan suara motor.

Buka kaca dan coba kendaraan di area tenang atau di dekat tembok untuk memudahkan mendengar sumber bunyi. Suara bergetar, gesekan, atau dengungan tidak lazim bisa menandakan masalah mekanis atau kelistrikan yang perlu diinvestigasi lebih lanjut sebelum membeli.

Pastikan Sistem Charging dan Charger Tersedia

Perangkat pengisian (charger) bawaan sangat penting untuk operasional mobil listrik. Sebisa mungkin, pastikan charger pabrikan ikut dalam transaksi jual-beli.

Selain charger fisik, tanyakan juga tentang riwayat pengisian: apakah pemilik sebelumnya menggunakan fast charger secara rutin, kondisi kabel, dan adaptor yang relevan. Ketiadaan charger atau aksesori bisa menambah biaya awal kepemilikan.

Periksa Legalitas dan Dokumen Kendaraan

Selain aspek teknis, aspek administrasi tidak boleh diabaikan. Pastikan dokumen kepemilikan lengkap, STNK dan bukti servis tersedia, serta tidak ada masalah paerdata atau pajak tertunda.

Dokumen servis berkala terutama dari bengkel resmi atau fasilitas pemeriksaan EV dapat memberi keyakinan tambahan terhadap kondisi kendaraan.

Secara keseluruhan, tiga pemeriksaan teknis—baterai dengan scanner, suara motor saat test drive, dan ketersediaan charger—ditambah pengecekan legalitas, akan membantu mengurangi risiko saat membeli mobil EV bekas. Langkah-langkah ini juga memberi gambaran biaya perawatan dan potensi penggantian komponen di masa depan.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait