BYD Atto 2 Segera Meluncur, Charging 10–70% Cuma 5 Menit
JAKARTA — BYD mengumumkan akan segera meluncurkan Atto 2 di Indonesia dengan penggunaan Blade Battery Gen 2 dan dukungan teknologi Flash Charging, yang memungkinkan pengisian baterai dari 10% ke 70% hanya dalam 5 menit. Peluncuran ini menghadirkan opsi mobil listrik baru bagi konsumen Tanah Air dan menjanjikan waktu pengisian yang hampir setara dengan isi bahan bakar konvensional.
Blade Battery Gen 2 dan Flash Charging
Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, mengonfirmasi bahwa Atto 2 akan memakai Blade Battery generasi kedua. Baterai terbaru ini dirancang untuk kompatibilitas dengan sistem Flash Charging yang baru diperkenalkan BYD pada model lain.
"Selain Danza New D9 dan Z9GT, kedepannya Flash Charging juga akan bisa digunakan oleh Atto 2,"
Dengan kombinasi perangkat keras baterai dan solusi pengisian cepat, BYD menempatkan Atto 2 sebagai salah satu model dengan waktu pengisian tercepat di pasar Indonesia.
Performa pengisian & waktu charging
BYD menyebutkan bahwa di stasiun Flash Charging, Atto 2 dapat mengisi baterai dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 5 menit. Untuk pengisian hampir penuh—dari 10% ke 97%—dilaporkan membutuhkan waktu sekitar 9 menit.
Angka-angka tersebut menandai lonjakan signifikan dibanding pengisian cepat pada umumnya, dan menjadi nilai jual utama dalam kompetisi mobil listrik yang makin ketat.
Spesifikasi dasar dan perkiraan harga
Atto 2 dibangun di atas e-Platform 3.0 BYD. Berikut data dimensi dan nilai dasar kendaraan yang beredar:
| Spesifikasi | Nilai |
|---|---|
| Panjang | 4.310 mm |
| Lebar | 1.830 mm |
| Tinggi | 1.675 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.620 mm |
| Nilai dasar NJKB | Rp245 juta (sekitar) |
| Perkiraan NJKB lain | Rp281 juta (belum termasuk pajak dan OTR) |
Posisi BYD di pasar Indonesia
Kecepatan pengisian menjadi faktor penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Dengan klaim Flash Charging dan Blade Battery Gen 2, BYD berupaya memperkuat daya saingnya setelah catatan penjualan yang mendorong posisi perusahaan di pasar nasional.
Peluncuran resmi, varian, harga OTR final, dan jaringan stasiun Flash Charging untuk publik masih menunggu pengumuman resmi BYD di Indonesia. Perkembangan ini menjadi indikator penting bagi kesiapan infrastruktur pengisian cepat di dalam negeri.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
Toyota Indonesia Raih Primaniyarta 2026, Ekspor Hybrid Tumbuh 64 Persen
TMMIN meraih Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA; ekspor Toyota mencapai 223.696 unit Jan–Sep...
Ramadhipa Siap Kejar Podium di Moto3 Junior Misano 2026
M. Kiandra Ramadhipa turun di putaran Misano (16–18 Okt 2026) dan bertekad rebut podium untuk memperbaiki po...
MG MGS6 EV Meluncur di RI dengan Baterai 77 kWh
MG MGS6 EV meluncur di Indonesia dengan baterai 77 kWh, dua pilihan penggerak, dan jarak tempuh hingga 605 k...
OLX dan OLXmobbi Perluas MyBenefits dengan Voucher dan Diskon Servis
OLX dan OLXmobbi perluas MyBenefits: voucher, garansi, dan diskon servis untuk pembeli barang bekas, termasu...
FIA Rallycross World Cup 2026 di Jakarta Bidik 25.000 Penonton/Hari
FIA Rallycross World Cup 2026 digelar 5-6 Desember di Ancol, target 25.000 penonton per hari; Loeb dan Hanse...
Keselamatan Berkendara Tak Tergantung Gender, Ini yang Perlu Dilakukan
Keselamatan berkendara ditentukan keterampilan dan sikap, bukan gender; SIM penting namun perilaku dan pelat...