Otomotif

Keselamatan Berkendara Tak Tergantung Gender, Ini yang Perlu Dilakukan

Bagikan:
Pengendara sepeda motor mematuhi aturan lalu lintas untuk keselamatan

Keselamatan di jalan raya tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh keterampilan, pemahaman aturan, dan sikap pengendara. Para ahli lalu lintas menegaskan bahwa siapa pun — laki-laki atau perempuan — memiliki tanggung jawab yang sama untuk berkendara aman. Pernyataan ini disampaikan seiring upaya meningkatkan kualitas pengemudi dan meminimalkan kecelakaan.

SIM bukan jaminan tunggal keselamatan

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan bukti legalitas untuk mengendarai kendaraan sesuai golongannya. Namun, memiliki SIM saja tidak cukup untuk memastikan keselamatan. Setiap pemohon harus memenuhi persyaratan resmi dan mengikuti proses pengujian, tetapi penerapan keterampilan dan perilaku di jalan menentukan hasil sebenarnya.

Keterampilan dan sikap: inti keselamatan

Menurut Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, faktor utama keselamatan adalah kemampuan mengendalikan kendaraan, pemahaman rambu, dan kemampuan mengantisipasi bahaya. Ludhy menekankan bahwa penilaian kemampuan berkendara sebaiknya tidak didasarkan pada gender.

"Keselamatan berkendara bukan soal laki-laki atau perempuan, tetapi bagaimana setiap pengendara memiliki keterampilan, memahami aturan lalu lintas, dan mampu mengantisipasi potensi bahaya. Karena itu, kemampuan berkendara sebaiknya tidak dinilai berdasarkan gender, melainkan dari cara seseorang berkendara dengan aman dan bertanggung jawab. Siapa pun pengendaranya, keselamatan harus selalu menjadi prioritas."

Langkah praktis untuk berkendara aman

Untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman, setiap pengendara perlu memperhatikan beberapa hal berikut. Penerapan langkah ini membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan bersama di jalan.

  1. Pahami aturan dan penuhi persyaratan berkendara: Ikuti proses pengujian SIM sesuai ketentuan, pahami rambu lalu lintas, dan ketahui cara mengoperasikan kendaraan dengan benar.
  2. Utamakan keterampilan dan sikap berkendara: Latih kemampuan mengendalikan kendaraan, baca situasi lalu lintas, ambil keputusan tepat, dan jaga emosi. Terapkan prinsip defensive riding dengan selalu waspada dan mengantisipasi potensi bahaya.
  3. Hargai sesama pengguna jalan: Hindari menilai kemampuan pengendara lain berdasarkan gender. Bangun kebiasaan saling menghormati, beri ruang yang cukup, dan patuhi aturan demi keselamatan bersama.

Keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab kolektif. Peningkatan keterampilan, kepatuhan terhadap aturan, dan sikap saling menghormati menjadi kunci menurunkan angka kecelakaan. Ke depan, pendidikan berkendara yang inklusif dan pelatihan keterampilan praktis diperlukan untuk meningkatkan keselamatan semua pengguna jalan.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait