Otomotif

BYD Masuk Top 5 Penjualan Mobil Indonesia, 43.727 Unit per Sep 2026

Bagikan:
Ilustrasi mobil BYD; BYD masuk lima besar penjualan mobil Indonesia hingga September 2026

JAKARTA — BYD berhasil menempati posisi lima besar dalam peringkat penjualan mobil secara wholesales di Indonesia periode Januari–September 2026. Data GAIKINDO menunjukkan distribusi kumulatif sebanyak 43.727 unit dengan pangsa pasar sebesar 6,4 persen, menandai langkah signifikan produsen kendaraan listrik asal China ini di pasar nasional.

Perolehan BYD dan arti angka wholesales

Pencapaian BYD mencerminkan percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus meningkatnya pilihan konsumen. Dengan angka distribusi 43.727 unit, BYD menempati posisi di atas beberapa merek lain seperti Honda dan Jaecoo.

Perlu dicatat, angka wholesales mengukur jumlah kendaraan yang didistribusikan dari pabrik atau distributor ke dealer. Angka ini belum secara langsung menunjukkan jumlah unit yang terjual kepada konsumen akhir atau terpakai di jalan.

Posisi merek teratas Januari–September 2026

Di samping capaian BYD, peringkat beberapa merek teratas berdasarkan data GAIKINDO adalah sebagai berikut:

  • Toyota — 197.809 unit (pangsa pasar 29,1%)
  • Daihatsu — 112.442 unit
  • Suzuki — 53.224 unit
  • Mitsubishi Motors — 48.414 unit
  • BYD — 43.727 unit (pangsa pasar 6,4%)

Data bulanan menunjukkan Toyota tetap kuat. Pada September 2026, Toyota mendistribusikan 21.877 unit, meningkat dibanding Agustus yang 20.358 unit.

Dinamika persaingan: konvensional vs listrik

Masuknya BYD ke jajaran lima besar menegaskan persaingan yang semakin ketat antara produsen mobil konvensional dan pelaku kendaraan listrik. Konsumen kini memiliki pilihan lebih luas antara kendaraan bermesin pembakaran internal dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Perkembangan ini berimplikasi pada strategi jaringan dealer, layanan purnajual, serta investasi infrastruktur pengisian baterai yang semakin menjadi fokus industri.

Investasi pabrik dan kapasitas produksi

Selain pencapaian wholesales, BYD juga dikaitkan dengan rencana peningkatan kapasitas produksi domestik. Perusahaan disebut mempersiapkan fasilitas di Subang yang siap memproduksi hingga 150.000 unit per tahun, sebagai bagian dari ekspansi untuk memenuhi permintaan regional.

Ke depan, persaingan akan bergeser pada kemampuan produsen untuk menyesuaikan rantai pasok, menambah layanan purnajual, serta memperluas jaringan pengisian bagi kendaraan listrik agar penetrasi EV di pasar Indonesia terus meningkat.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait