Otomotif

Toyota Indonesia Raih Primaniyarta 2026, Ekspor Hybrid Tumbuh 64 Persen

Bagikan:
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menerima Anugerah Primaniyarta 2026 di ICE BSD

JAKARTA — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat Free Trade Agreement (FTA) pada 14 Oktober 2026. Penghargaan diserahkan Menteri Perdagangan saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang. Selain pengakuan atas pemanfaatan FTA, perusahaan juga mencatat kenaikan ekspor kendaraan hybrid.

Penghargaan Primaniyarta 2026

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi TMMIN dalam memaksimalkan perjanjian perdagangan bebas untuk memperluas pasar ekspor kendaraan dan produk otomotif buatan Indonesia. Primaniyarta menjadi penanda peran manufaktur lokal dalam rantai pasok global.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang dinilai membuka akses pasar bagi produk otomotif Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan atas penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Penghargaan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang TMMIN dalam mengembangkan kegiatan manufaktur dan ekspor dari Indonesia, yang didukung oleh berbagai pihak,”

Ekspor Toyota Lampaui 223 Ribu Unit

Berdasarkan data perusahaan dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota mencapai 223.696 unit sepanjang Januari–September 2026. Angka ini menunjukkan kelanjutan kontribusi Toyota terhadap ekspor otomotif nasional.

Sejak memulai ekspor pada 1987, Toyota Indonesia telah mengirimkan total 3.375.490 unit kendaraan utuh atau completely built-up (CBU) hingga September 2026. Pasar ekspor Toyota mencakup lebih dari 100 negara di Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.

Fokus pada Elektrifikasi dan Rantai Pasok

Perusahaan tidak hanya mengekspor kendaraan utuh, tetapi juga komponen dan produk yang mendukung rantai pasok otomotif global. Di tengah pergeseran ke kendaraan listrik dan hibrida, Toyota meningkatkan porsi produk elektrifikasi dalam portofolio ekspornya.

“Kami berharap kerja sama perdagangan yang terus dibangun pemerintah dapat semakin membuka akses ke pasar baru, sehingga produk otomotif buatan Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara dan semakin berdaya saing di pasar global,”

Prospek dan Dampak

Penghargaan Primaniyarta dan capaian ekspor Toyota menunjukkan posisi industri otomotif Indonesia yang semakin menguat. Dukungan kebijakan perdagangan dan pengembangan teknologi elektrifikasi diperkirakan akan menentukan arah ekspor selanjutnya.

Ke depan, akses pasar lewat FTA dan peningkatan kapasitas produksi lokal menjadi kunci agar produk otomotif Indonesia, termasuk kendaraan hybrid, dapat memperluas pangsa pasar global.

Fikri Hidayat
Penulis
Fikri Hidayat

Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.

Berita Terkait