Politik

Kwarcab Minta Pemkot Segera Bangun Bumi Perkemahan Surabaya

Bagikan:
Potensi lokasi Bumi Perkemahan untuk kegiatan Pramuka dan wisata edukasi di Surabaya

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemerintah Kota Surabaya merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan sebagai sarana pendidikan karakter berbasis alam bagi pelajar.

SURABAYA — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya menegaskan pentingnya pembangunan Bumi Perkemahan secepatnya. Desakan itu disampaikan Rabu, 24 Juni 2026, menyusul menurunnya minat pelajar pada kegiatan kepramukaan dan makin berkurangnya ruang terbuka hijau di sekolah.

Desakan pembangunan Bumi Perkemahan

Ketua Harian Kwarcab, Siti Mariyam, menyatakan sebagian besar kegiatan Pramuka kini berlangsung dalam ruangan. Hal ini menurutnya menggerus esensi pendidikan kepramukaan yang identik dengan alam terbuka.

"Dari temuan kami di lapangan, banyak anak-anak sekolah yang memakai seragam Pramuka hanya karena kewajiban, bukan karena bangga atau suka. Pramuka itu sejatinya cinta alam, sehingga kegiatannya harus lebih banyak dilakukan di luar ruangan."

Siti menyampaikan bahwa Bumi Perkemahan diperlukan untuk mengembalikan pengalaman praktik di alam yang mendidik karakter dan keterampilan peserta didik.

Alasan: ruang terbuka dan pendidikan karakter

Menurut Kwarcab, keterbatasan lahan terbuka di sekolah menjadi hambatan utama. Banyak area yang semula bisa dipakai untuk latihan kini berubah fungsi menjadi parkir atau fasilitas lain.

Dengan lahan khusus, kegiatan seperti outbound, pelatihan kepemimpinan, dan simulasi kemandirian dapat diselenggarakan lebih optimal. Kwarcab menilai langkah ini vital untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, dan ketahanan moral generasi muda.

Manfaat ekonomi dan potensi wisata edukasi

Selain fungsi pendidikan, Kwarcab melihat potensi ekonomi dari Bumi Perkemahan. Jika dikelola dengan fasilitas outbound dan aktivitas berbasis alam, kawasan itu bisa menjadi destinasi wisata edukasi baru di Surabaya.

"Daerah lain di tingkat kabupaten maupun kota hampir semuanya sudah memiliki Bumi Perkemahan. Surabaya justru belum memiliki fasilitas tersebut. Padahal jika dikelola dengan baik dan dilengkapi wahana outbound yang representatif, keberadaannya bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)."

Pengembangan yang tepat dinilai mampu menambah pendapatan daerah sekaligus membuka peluang lapangan kerja lokal.

Aset kota, biaya, dan langkah selanjutnya

Siti, yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, menyoroti keberadaan sejumlah aset lahan milik Pemkot yang dinilai belum termanfaatkan optimal. Ia berharap sebagian aset diprioritaskan menjadi lokasi Bumi Perkemahan.

Ia menambahkan pembangunan fasilitas ini tidak membutuhkan investasi sebesar manfaat jangka panjangnya untuk pendidikan karakter generasi muda. Kwarcab berharap pengumuman legalitas atau peresmian lahan dapat menjadi kado pada peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-65, 14 Agustus mendatang.

Penting dicatat, desakan ini muncul bersamaan dengan capaian Gerakan Pramuka Surabaya yang mencatat tiga rekor MURI, termasuk pengukuhan 65.000 Pramuka Garuda—momentum yang diharapkan mempercepat komitmen bersama antara Pramuka dan Pemkot.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait