Nasional

Brimob Jateng Sediakan Air Minum untuk Pengungsi Gempa Flores

Bagikan:
Mobil air siap minum Brimob Polda Jateng melayani pengungsi gempa di Flores

Brimob Polda Jawa Tengah menempatkan mobil pelayanan air siap minum di Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Flores pada Minggu, 23 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi pascagempa, sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih.

Penempatan dan mekanisme pelayanan

Mobil air siap minum dioperasikan oleh personel Brimob dan ditempatkan di titik pengungsian utama. Sejak tiba, warga mulai mendatangi lokasi untuk mengambil air sesuai kebutuhan keluarga. Personel membantu pembagian agar pelayanan berlangsung tertib dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pernyataan resmi dan alasan bantuan

Plh. Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Sajimin, menyatakan bahwa ketersediaan air bersih menjadi prioritas selama masa pengungsian. Bantuan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan Polri setelah gempa mengguncang wilayah Flores.

"Air minum merupakan kebutuhan paling mendasar, sehingga Polri harus hadir ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Mobil air siap minum ini menjadi bentuk kepedulian dan pelayanan langsung kepada warga terdampak gempa,"

Kombes Pol Sajimin menegaskan bahwa dukungan antarjajaran Polri terus diperkuat sesuai kondisi lapangan.

Jenis bantuan lain yang diberikan

Selain air bersih, Polri menyalurkan bantuan yang menyesuaikan kebutuhan pengungsi di lapangan. Personel membawa sarana pendukung dan layanan tambahan untuk mempercepat proses pemulihan.

  • Makanan dan kebutuhan logistik
  • Pelayanan kesehatan
  • Trauma healing dan dukungan psikososial

Dampak bagi pengungsi dan langkah lanjutan

Ketersediaan air bersih penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan di lokasi pengungsian. Kehadiran Brimob Polda Jateng memperkuat upaya penanganan bencana yang telah dilakukan oleh personel Polri di Flores.

Polri memastikan pelayanan kemanusiaan akan terus dilanjutkan selama kebutuhan pengungsi belum terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama agar kondisi pengungsi tetap terjaga selama proses pemulihan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait