Kemendikdasmen Salurkan Rp860 Juta untuk 61 Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan awal dan dana tunai untuk sekolah terdampak gempa di Flores pada Senin, 24 Agustus 2026. Bantuan berupa logistik diserahkan di Kabupaten Nagekeo dan Ngada, sementara voucher tunai senilai Rp860 juta disiapkan untuk mendukung 61 sekolah yang terdampak. Pemerintah menyatakan revitalisasi sekolah menjadi prioritas untuk memulihkan proses belajar-mengajar dan menjamin keselamatan siswa.
Bantuan awal: logistik untuk sekolah dan warga
Kemendikdasmen mengirimkan paket bantuan non-tunai sebagai respons segera terhadap kebutuhan pendidikan dan keluarga terdampak. Paket ini ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran darurat dan kebutuhan dasar warga.
- 9.400 buku nonteks
- 495 school kit
- 30 family kit
- 1.000 kaos
- 1.650 paket makanan
Voucher tunai dan prioritas revitalisasi
Selain bantuan barang, Kemendikdasmen menyiapkan voucher tunai total Rp860 juta untuk mendukung perbaikan fasilitas pendidikan di 61 sekolah terdampak. Dana ini diberikan sebagai bagian dari langkah awal sebelum pelaksanaan revitalisasi fisik yang lebih besar.
"Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,"
— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Nagekeo.
Proses verifikasi dan tahap pembangunan
Kemendikdasmen terus melakukan pendataan untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan revitalisasi setiap sekolah. Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, kementerian akan menyiapkan dokumen untuk penandatanganan perjanjian kerja sama.
Pembangunan fisik sekolah direncanakan dimulai setelah dana Alokasi Bantuan Tunai (ABT) tahap kedua masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan kemudian disalurkan ke sekolah yang berhak. Langkah ini dimaksudkan agar rehabilitasi memenuhi standar keamanan dan kebutuhan lokal.
Respon komunitas sekolah
Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyambut rencana revitalisasi sebagai upaya memulihkan sarana pendidikan dan rasa aman bagi siswa. Ia berharap struktur bangunan baru lebih tahan gempa sehingga trauma murid bisa berkurang dan proses pembelajaran kembali normal.
"Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,"
— Agustina Kabha, Kepala SDK Rowa.
Dengan langkah awal berupa logistik dan voucher tunai, pemerintah menegaskan komitmen memulihkan layanan pendidikan di wilayah terdampak sebelum program revitalisasi berskala lebih luas dijalankan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Dirut RRI: Kejujuran dan Toleransi Perkuat Karakter Bangsa
Dirut LPP RRI I Hendrasmo minta Maulid Nabi jadi momentum praktikkan kejujuran, amanah, dan toleransi untuk...
Bantuan Tiba di Kampung Tango Bali Meski Akses Terputus
Polres Manggarai Timur menyalurkan bantuan ke Kampung Tango Bali setelah menempuh lima jam lewat akses rusak...
Kemhan Tegaskan: Tidak Ada Larangan Hijab bagi Kadet Unhan
Kemhan menegaskan tidak ada larangan hijab bagi kadet Unhan; pengaturan pada Latsarmil bersifat teknis demi...
Said Abdullah Abri Terpilih SVP AFLAG 2026-2028
Said Abdullah Abri terpilih SVP AFLAG 2026-2028 pada SEASC di Kuala Lumpur, fokus memperkuat peran generasi...
DPR Minta Audit Korporasi Perkuat Penanganan Karhutla
DPR mendorong audit korporasi wajib untuk menelusuri tanggung jawab perusahaan terkait karhutla dan memperku...
Mentrans: Pembangunan Transmigrasi Harus Terintegrasi
Menteri Transmigrasi tegas: pembangunan transmigrasi harus terintegrasi, bukan sporadis, lewat lima program...