Nasional

BPOM Rayakan HUT ke-81: WLA Jadi Kado untuk Indonesia Emas 2045

Bagikan:
Pegawai BPOM mengenakan pakaian adat Nusantara saat upacara HUT ke-81

Pada Senin, 17 Agustus 2026, Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jalan Percetakan Negara, Jakarta, menggelar upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan bahwa capaian internasional sebagai WHO Listed Authority (WLA) menjadi salah satu kado bagi visi Indonesia Emas 2045.

Upacara dan pesan pimpinan

Upacara berlangsung khidmat dan semarak. Hampir seluruh pimpinan dan pegawai mengenakan pakaian adat Nusantara, menegaskan nilai kebersamaan dan keragaman. Taruna mengajak jajaran BPOM memaknai kemerdekaan sebagai momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan inovasi.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan integritas, bagi keluarga besar BPOM, bentuk pengabdian itu adalah memastikan obat dan makanan yang beredar aman, berkhasiat atau bermanfaat, bermutu. Serta memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

WLA menjadi kado untuk Indonesia

Dalam pidatonya, Taruna menyorot pengakuan internasional berupa status WHO Listed Authority. Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai hadiah HUT ke-81 yang merefleksikan kepercayaan dunia terhadap kapasitas regulatori Indonesia.

“Status WHO Listed Authority merupakan kado HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari BPOM. Ini bukan hanya prestasi BPOM, tetapi prestasi Indonesia. Merah Putih semakin dipercaya dan diperhitungkan dalam sistem regulatori kesehatan dunia.”

Taruna juga mengingatkan bahwa pengakuan itu menambah tanggung jawab. BPOM harus mempertahankan standar, meningkatkan kualitas pengawasan, dan memperkuat inovasi regulasi agar manfaatnya sampai ke seluruh masyarakat.

Perayaan, lomba, dan kebersamaan

Selain upacara resmi, peringatan di lingkungan BPOM diisi dengan rangkaian lomba dan aktivitas rekreatif. Kegiatan mencakup pertandingan bulu tangkis serta permainan domino dengan peserta mengenakan daster, yang menghadirkan suasana santai dan penuh tawa.

Rangkaian hiburan dimaksudkan untuk mempererat kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong antarpegawai. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, dr. William Adi Teja, MD., BMed., MMed.

Warna-warni pakaian adat dan maknanya

Hampir seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, memperlihatkan keberagaman Indonesia dalam satu barisan. Keberagaman ini menjadi pengingat tugas BPOM menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

  • Sumatra
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Maluku
  • Papua

“Dari Sabang sampai Merauke, kita berbeda pakaian adat, berbeda bahasa dan budaya, tetapi kita memiliki satu Merah Putih dan satu tanggung jawab: menjaga Indonesia. Dengan integritas dan kerja nyata, kita rawat kemerdekaan dan kita bawa Indonesia semakin dihormati dunia.”

Prospek dan implikasi

Pengukuhan status WLA memberi BPOM peran lebih besar dalam sistem regulatori global. Taruna berharap capaian ini turut memperkuat kontribusi BPOM dalam mendukung target Indonesia Emas 2045, dengan memastikan layanan pengawasan obat dan makanan berkualitas menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait