BMKG Waspadai Hujan Lebat 26 Mei–1 Juni 2026 saat Iduladha
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026, bertepatan dengan perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Peringatan itu mencakup potensi kilat/petir dan angin kencang di sejumlah daerah.
Prakiraan umum dan periode
BMKG memetakan dua periode utama potensi peningkatan curah hujan: 26-28 Mei 2026 dan 29 Mei-1 Juni 2026. Kedua periode tersebut diprakirakan didominasi hujan ringan hingga hujan lebat di berbagai wilayah Nusantara.
Wilayah berisiko 26-28 Mei 2026
Pada 26-28 Mei, intensitas hujan meningkat menjadi sedang di beberapa provinsi Sumatra, Jawa bagian barat dan selatan, Kalimantan, serta sebagian wilayah Sulawesi dan Papua. BMKG juga mencatat potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di sejumlah daerah.
"Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat. Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan," kata BMKG.
Berdasarkan kategori tingkat peringatan dini BMKG, daerah potensi kejadian pada 26-28 Mei terbagi sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Pegunungan.
- Angin kencang: Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan.
Wilayah berisiko 29 Mei-1 Juni 2026
Pada periode lanjutan 29 Mei-1 Juni, dominasi hujan ringan hingga lebat diperkirakan berlanjut. BMKG mengingatkan adanya peningkatan hujan intensitas sedang khususnya di beberapa wilayah timur Indonesia.
- Potensi peningkatan hujan intensitas sedang: Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku.
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Papua Pegunungan.
- Angin kencang: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Selatan.
Potensi bahaya dan catatan BMKG
BMKG menegaskan hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang bisa memicu banjir lokal dan pohon tumbang pada daerah rawan. Tingkat peringatan dini yang diumumkan bertujuan memberi informasi awal kepada masyarakat dan pihak terkait.
Penutup
Dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah selama 26 Mei hingga 1 Juni 2026, masyarakat di daerah berisiko disarankan tetap memantau informasi resmi dari BMKG. Pengetahuan tentang tingkat peringatan dini penting untuk menyiapkan langkah antisipasi selama perayaan Iduladha.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...