BMKG: Sulawesi Selatan Siaga 28 Juli, Cuaca Membaik 29 Juli
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode Selasa hingga Rabu, 28-29 Juli 2026. Pada Selasa, 28 Juli, Sulawesi Selatan ditetapkan berstatus Siaga karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga menetapkan 13 provinsi lain berstatus Waspada terhadap hujan sedang hingga lebat. Selain potensi hujan, ada peringatan angin kencang yang diprakirakan terjadi di beberapa wilayah.
Peringatan dini 28 Juli 2026
Pada pemantauan untuk 28 Juli, BMKG menegaskan Sulawesi Selatan sebagai satu-satunya provinsi berstatus Siaga. BMKG tidak mencatat provinsi manapun pada kategori Awas untuk hari tersebut. Sementara itu, sejumlah provinsi berada pada status Waspada, meski daftar lengkap tidak dipublikasikan secara rinci dalam siaran awal.
Untuk potensi angin kencang pada 28 Juli, BMKG mencatat beberapa wilayah berisiko. Dua wilayah yang disebut secara eksplisit adalah:
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Perubahan status pada 29 Juli 2026
Memasuki Rabu, 29 Juli 2026, BMKG melaporkan adanya perbaikan kondisi cuaca. Tidak ada provinsi yang berstatus Siaga atau Awas pada hari ini. Namun jumlah provinsi berstatus Waspada meningkat menjadi 14 wilayah.
BMKG menyebutkan beberapa perubahan wilayah terdampak sebagai berikut.
Provinsi yang masuk daftar Waspada (contoh yang disebut BMKG):
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sulawesi Selatan (turun dari Siaga menjadi Waspada)
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Papua Pegunungan
Provinsi yang sudah tidak tercantum lagi:
- Aceh
- Jawa Timur
- Bali
- Maluku
- Kalimantan Selatan
Potensi angin kencang
BMKG melaporkan bahwa wilayah yang diprakirakan mengalami angin kencang berkurang dari 10 menjadi tujuh daerah pada 29 Juli. Dua wilayah yang masih dipantau untuk potensi angin kencang adalah:
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Imbauan dan makna status
BMKG mengingatkan arti status yang diberlakukan. Status Waspada mengindikasikan potensi genangan air, luapan sungai, dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Sedangkan status Siaga menandakan risiko lebih tinggi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor yang berpotensi membawa dampak signifikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat disarankan rutin memantau informasi melalui kanal resmi BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Selaraskan Standar Tanda Tangan Digital
Kemkomdigi menyelaraskan standar sertifikasi elektronik dan tanda tangan digital dengan standar internasiona...
Pemerintah Percepat Izin Edar BPOM untuk UMK Pangan
Pemerintah luncurkan SAPA SEMESTA untuk percepat penerbitan NIE BPOM bagi UMK pangan olahan, memperluas lega...
KLH Perkuat Kolaborasi untuk Pulihkan Sungai
KLH memperkuat perlindungan dan pemulihan sungai lewat kolaborasi lintas sektor di Konferensi Sungai Se-Indo...
Kemensos dan BNPT Perkuat Deradikalisasi Lewat Rehabilitasi Sosial
Kemensos dan BNPT memperkuat kolaborasi deradikalisasi lewat rehabilitasi sosial, pendampingan, dan reintegr...
Indonesia Kirim 37 Delegasi Studi Transmigrasi ke Tiongkok
Indonesia mengirim 37 delegasi ke Tiongkok pada 27 Juli 2026 untuk studi banding pengembangan kawasan transm...
Mendagri Minta Percepatan Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Sumatra
Mendagri Tito Karnavian meminta Menkeu percepat persetujuan anggaran rehab-rekon Sumatra senilai Rp100,1 tri...