Warga Lawe Penanggalan Blokir Jalan, Tuntut Bantuan Pasca Banjir 2025
Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara — Puluhan warga, didominasi emak-emak, memblokade Jalan Nasional Kutacane-Gayo Lues pada Senin (10/8). Aksi ini menuntut percepatan penanganan pasca banjir hidrometeorologi 2025 dan kepastian bantuan dari pemerintah pusat.
Aksi dan tuntutan warga
Ratusan penduduk desa Lawe Penanggalan turun ke jalan untuk memprotes lambannya pemulihan pasca bencana. Mereka menuntut penyaluran bantuan, pembangunan hunian tetap, dan dana tunggu hunian bagi korban banjir.
"Belum sepenuhnya dilakukan pemulihan secara menyeluruh, melalui aksi protes ini kami menuntut kepastian atas bantuan pemerintah pusat," kata Rajimah, salah satu orator dalam aksi tersebut.
Warga meminta pemerintah setempat segera mengusulkan dan memastikan penyaluran bantuan dari pusat. Tuntutan mereka mencakup alokasi jatah hidup korban dan percepatan pembangunan hunian pengganti untuk keluarga terdampak.
Respons pemerintah daerah
Aksi protes sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur lintas Kutacane-Gayo Lues dan menarik perhatian publik. Kondisi itu memaksa pejabat daerah hadir untuk menenangkan massa.
"Sudah dilakukan pengusulan ke pemerintah pusat dengan maksimal, diharapkan agar secepatnya disalurkan kepada masyarakat," ujar Bupati Aceh Tenggara HM. Salim Fakhry MM saat menemui pengunjuk rasa.
Bupati menegaskan bahwa proses pengajuan bantuan ke pemerintah pusat telah berjalan. Namun warga menilai respons itu belum memadai karena banyak keluarga masih menunggu kepastian dan bantuan langsung.
Dampak dan prospek penyelesaian
Blokade jalan mencerminkan kekecewaan masyarakat atas percepatan pemulihan pasca bencana. Gangguan arus transportasi juga menambah tekanan pada kebutuhan logistik dan akses layanan dasar di wilayah terdampak.
Untuk mengakhiri protes, pemerintah daerah perlu memperlihatkan bukti konkret, seperti jadwal penyaluran bantuan dan rencana pembangunan hunian tetap. Tanpa kepastian itu, potensi aksi lanjutan tetap terbuka.
Catatan: Warga menunggu langkah nyata dari pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan pasca banjir 2025 bisa selesai secara menyeluruh.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...