Politik

Blitar Perbaiki Jalan untuk Dukung Distribusi Hasil Pertanian

Bagikan:
Bupati Rijanto saat membuka musim giling tebu di Desa Rejoso, Kabupaten Blitar

Bupati Blitar Rijanto mengakui perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Blitar. Pernyataan itu disampaikan saat membuka musim giling PT Rejoso Manis Indo di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, perbaikan jalan penting agar distribusi hasil pertanian lancar dan kesejahteraan petani meningkat.

Pekerjaan rumah infrastruktur jalan

Rijanto menegaskan beberapa ruas jalan di Kabupaten Blitar perlu perbaikan segera. Perbaikan dikatakan sebagai prioritas karena jalan menjadi akses utama distribusi hasil pertanian masyarakat.

Dia juga menyebut keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pusat. Meski demikian, Pemkab berkomitmen melakukan tindakan bertahap untuk memperbaiki kondisi jalan.

"Masih ada ruas-ruas jalan yang perlu diperbaiki. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena jalan merupakan akses utama distribusi hasil pertanian masyarakat. Meski kemampuan anggaran saat ini cukup terbatas akibat berkurangnya dana transfer pusat, kami tetap berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap,"

Dampak pada ketahanan pangan dan ekonomi petani

Rijanto mengatakan Kabupaten Blitar bukan hanya sentra tebu. Daerah ini juga berkontribusi pada produksi telur, daging ayam, susu sapi, dan hortikultura. Oleh sebab itu, infrastruktur jalan dilihat sebagai investasi strategis.

Ia menjelaskan bahwa produktivitas lahan saja tidak cukup. Ketika panen melimpah tetapi akses distribusi terganggu, nilai ekonomi yang diterima petani ikut menurun. Dengan perbaikan jalan, distribusi lebih cepat dan biaya logistik turun.

"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal produksi. Ketika hasil panen melimpah tetapi akses distribusi terganggu, maka nilai ekonomi yang diterima petani juga akan terpengaruh. Karena itu infrastruktur menjadi bagian penting yang terus kami perjuangkan,"

Peran industri gula dan dukungan kepada petani

Rijanto memuji kehadiran PT Rejoso Manis Indo (RMI) yang dianggap memberi manfaat langsung kepada petani tebu. Perusahaan disebut membantu penyediaan bibit unggul, penerapan teknologi budidaya, dan kepastian pembelian hasil panen.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan industri menjadi bagian dari program swasembada pangan nasional. Kepastian pasar dan pendampingan teknis diharapkan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat bagi petani.

"Ini adalah bagian dari program ketahanan pangan nasional yang harus kita dukung bersama. Petani sudah bekerja keras menjaga produksi. Tugas kita adalah memastikan mereka mendapatkan pendampingan, akses pasar, dan kepastian usaha,"

Langkah ke depan

Ke depan, Pemkab Blitar akan memetakan prioritas ruas jalan yang kritis bagi distribusi pertanian dan mencari mekanisme pendanaan bertahap. Kolaborasi dengan pihak swasta seperti PT RMI juga akan diperkuat untuk mempercepat perbaikan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait