Nasional

Biometrik Perkuat Transparansi Magang Nasional 2026

Bagikan:
Peserta melakukan verifikasi identitas dengan teknologi pengenalan wajah untuk pendaftaran magang

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menyatakan penerapan biometrik pada Program Magang Nasional 2026 mulai diberlakukan pada pertengahan Juli 2026 untuk mencegah praktik percaloan dan memastikan validitas identitas peserta.

Penerapan biometrik dan tujuannya

Menurut Anwar, sistem verifikasi menggunakan teknologi pengenalan wajah diterapkan sejak pembukaan pendaftaran. Tujuannya adalah memastikan setiap pendaftar menggunakan identitas asli sehingga pendaftaran tidak dapat diwakilkan atau dimanipulasi.

"Melalui face recognition (teknologi pengenalan wajah), setiap calon peserta dipastikan menggunakan identitas asli. Sehingga peluang praktik percaloan dapat dicegah,"

Ia menegaskan, meskipun sistem ini relatif baru, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengatasi kemungkinan kendala teknis di lapangan agar proses pendaftaran dan seleksi berjalan lancar.

Verifikasi penyelenggara dan pengumuman lowongan

Anwar menjelaskan verifikasi penyelenggara magang dilakukan menyeluruh sebelum lowongan diumumkan. Persyaratan yang diperiksa meliputi administrasi, kurikulum, kuota, dan kelengkapan data penyelenggara.

Dengan verifikasi awal tersebut, pemerintah berharap penyelenggara yang lolos benar-benar mampu memberikan pengalaman magang berkualitas dan terarah bagi peserta.

Pemantauan, pengaduan, dan sanksi

Kemnaker menerapkan mekanisme pengawasan berlapis untuk menjaga kualitas pelaksanaan. Pemantauan dilakukan secara berkala dan berbasis laporan mentor, serta dibuka kanal pengaduan bagi masyarakat.

  • Laporan mingguan mentor sebagai alat pemantauan rutin
  • Kanal pengaduan untuk menampung keluhan peserta dan publik
  • Sanksi bagi penyelenggara yang terbukti melanggar ketentuan

Anwar menyatakan pengawasan berlapis itu memungkinkan dugaan pelanggaran ditindaklanjuti cepat dan menjadi dasar pemberian sanksi kepada penyelenggara yang melanggar.

Dampak bagi peserta dan prospek rekrutmen

Program Magang Nasional 2026 dirancang untuk mengurangi kesenjangan keterampilan dan meningkatkan peluang peserta memasuki dunia kerja profesional. Anwar mengajak calon peserta memanfaatkan kesempatan pendaftaran karena masih tersedia beberapa gelombang rekrutmen sepanjang tahun 2026.

Dengan mekanisme verifikasi biometrik dan pengawasan ketat, pemerintah berharap kualitas pelatihan dan integritas proses seleksi meningkat sehingga manfaat program terasa nyata bagi peserta dan industri.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait