Nasional

Wamenkomdigi: Biaya Internet Indonesia Masih Di Atas Standar ITU

Bagikan:
Wamenkomdigi Nezar Patria membahas biaya internet dan standar ITU

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menyatakan biaya internet di Indonesia masih tergolong mahal dibanding standar internasional. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Menurut Nezar, tarif saat ini berada di atas ambang yang dipatok International Telecommunication Union (ITU).

ITU: acuan batas 2% dari GDP per kapita

Nezar merujuk data ITU yang mematok internet basket di bawah 2 persen dari total GDP per kapita sebagai ukuran keterjangkauan. Ia menilai biaya yang lebih rendah sesuai standar tersebut akan mendorong penetrasi layanan digital lebih luas.

"Biaya internet di Indonesia masih di atas apa yang dipatok ITU. Mereka mematok internet basket di bawah 2 persen dari total GDP per kapita,"

Dampak keterjangkauan terhadap akses dan ekonomi

Menurut Nezar, penurunan biaya internet dapat memperluas akses pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik berbasis digital. Keterjangkauan juga membuka peluang tumbuhnya model usaha baru dan mempercepat transformasi ekonomi digital.

Dengan akses yang lebih murah, kata Nezar, penetrasi internet ke semua lapisan masyarakat bisa meningkat, sehingga manfaat ekonomi digital dirasakan lebih luas.

Langkah yang akan didorong Kemkomdigi

Kemkomdigi menegaskan akan terus mendorong peningkatan kualitas jaringan dan ketersediaan akses dengan harga terjangkau. Upaya ini meliputi penguatan infrastruktur serta kebijakan yang memudahkan perluasan layanan digital ke wilayah yang belum terlayani maksimal.

Nezar menekankan bahwa fokus pada keterjangkauan merupakan bagian dari strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Prospek dan tantangan ke depan

Meski menargetkan tarif lebih rendah, realisasinya bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, operator, dan pemangku kepentingan lain. Faktor infrastruktur, kebijakan fiskal, dan investasi menjadi kunci menekan biaya akhir bagi konsumen.

Pemerintah diharapkan terus memantau indikator keterjangkauan sejalan dengan standar ITU agar manfaat digital dapat dinikmati lebih merata.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait