Nasional

RRI Pangkas Pagu 2026 jadi Rp997,71 M, Fokus Layanan Publik & Digital

Bagikan:
Direktur Utama RRI I Hendrasmo menyampaikan penjelasan anggaran di DPR RI

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menyampaikan RRI menghadapi penurunan pagu anggaran 2026 akibat kebijakan efisiensi APBN. Pengumuman itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Meski pagu turun, RRI berkomitmen memprioritaskan layanan publik dan percepatan digitalisasi dengan penguatan efektivitas belanja.

Penurunan pagu dan angka kunci

Hendrasmo menyebut pagu tertinggi RRI terjadi pada 2021 sebesar Rp1,4 triliun. Namun pelaksanaan anggaran pada masa itu juga terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19.

"Pagu tertinggi kami capai di tahun 2021, itu sebesar Rp1,4 triliun. Namun pada saat itu pelaksanaan anggaran terdampak kebijakan efisiensi dan refocusing akibat pandemi COVID-19,"

Untuk 2026, pagu ditetapkan Rp997,71 miliar. Selanjutnya ada penajaman anggaran dan pemenuhan prioritas direktif Presiden senilai Rp50,7 miliar, sehingga pagu efektif yang dapat digunakan menjadi Rp946,93 miliar.

Periode Pagu (Rp) Keterangan
2021 1.400.000.000.000 Pagu tertinggi, terdampak refocusing
2026 (ditetapkan) 997.710.000.000 Bagian kebijakan efisiensi APBN
2026 (efektif) 946.930.000.000 Setelah penajaman Rp50,7 miliar

Alasan dan dampak pengurangan

Hendrasmo menjelaskan penurunan pagu mengikuti arahan efisiensi pemerintah pusat. Menurutnya, tren pagu pada 2022–2025 relatif stabil dengan kenaikan bertahap untuk mendukung transformasi digital dan penguatan layanan siaran publik.

Dengan anggaran yang lebih ketat, RRI harus lebih selektif dalam program. Fokusnya adalah mempertahankan layanan inti kepada publik dan mempercepat digitalisasi platform siaran agar jangkauan tetap terjaga meski dana terbatas.

Strategi optimalisasi anggaran

RRI merespons penurunan pagu melalui penguatan efektivitas penggunaan anggaran dan penyusunan prioritas program. Hendrasmo menekankan pentingnya memaksimalkan setiap rupiah demi kelangsungan layanan publik dan proyek transformasi digital.

"Tahun 2026, pagu kami turun menjadi Rp997,71 miliar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi APBN sesuai arahan Presiden. Kami menyikapi ini dengan optimalisasi program prioritas, penguatan efektivitas setiap rupiah yang kami gunakan,"

Prospek dan implikasi

Penurunan pagu memaksa RRI menata ulang prioritas tanpa mengurangi komitmen pelayanan. Ke depan, efektivitas belanja dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar misi siaran publik tetap terpenuhi. Pengawasan dan evaluasi pelaksanaan anggaran juga diperkirakan meningkat untuk memastikan alokasi berjalan sesuai prioritas nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait