Lion Air Dalami Dugaan Tarif Rp8 Juta untuk Pengangkutan Abu
Deliserdang — Maskapai Lion Air menindaklanjuti viral dugaan permintaan biaya Rp8 juta untuk keberangkatan abu jenazah tujuan Jakarta oleh oknum petugas di Bandara Kualanamu. Peristiwa itu terungkap setelah seorang ibu lansia berusia 72 tahun mengaku dipersulit ketika akan membawa abu suaminya, Rabu (10/9/2026).
Pemeriksaan internal di Bandara Kualanamu
Beberapa petugas sudah diminta keterangan di lokasi. Sumber di Bandara Kualanamu menyebutkan satu petugas counter tiket Lion Air Group berinisial DK telah diperiksa karena diduga menyampaikan nominal tersebut kepada penumpang lansia.
"Ia, ada beberapa orang sudah diminta keterangan di Bandara Kualanamu,"
Kronologi kejadian
Berdasarkan aduan yang beredar di media sosial, ibu lansia itu hendak terbang ke Jakarta membawa abu jenazah suaminya. Saat mengurus keberangkatan, oknum petugas disebut menuntut agar penumpang membeli kursi khusus seharga Rp8 juta untuk membawa abu tersebut.
Karena tidak mampu membayar biaya yang disebutkan itu, ibu lansia membatalkan rencana terbang dengan Lion Air. Keluarga kemudian memilih maskapai lain dan berhasil menerbangkan abu jenazah tanpa harus membayar tarif yang diklaim fantastis.
Respons manajemen Lion Air
Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, ketika dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (10/9/2026) menyatakan pihak pusat akan menindaklanjuti masalah tersebut.
"Ya, akan disampaikan"
Dampak dan tuntutan keluarga
Keluarga korban melayangkan protes keras kepada manajemen Lion Air Group. Mereka menilai tindakan oknum petugas sangat keterlaluan, apalagi menyasar penumpang lansia, dan khawatir hal itu merusak reputasi maskapai.
Keluarga menuntut agar manajemen mengambil tindakan tegas terhadap petugas yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur dan etika pelayanan penumpang.
Implikasi dan langkah berikutnya
Kasus ini menempatkan fokus pada standar pelayanan pengangkutan jenazah dan abu jenazah di bandara. Jika terbukti, praktik pemungutan biaya tidak sesuai ketentuan dapat menimbulkan sanksi internal dan memperburuk citra maskapai.
Pihak maskapai menyatakan akan menyampaikan temuan dari pemeriksaan internal ke publik setelah proses klarifikasi selesai.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Syariat Islam di Aceh Butuh Dukungan Masyarakat, Bukan Hanya Regulasi
Tgk. Bustamam Usman menilai pelaksanaan syariat Islam di Aceh memerlukan dukungan individu dan masyarakat, b...
Bupati Sergai Buka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup
Bupati Sergai Darma Wijaya membuka Open Turnamen Sepakbola Piala Bupati-Wabup di Perbaungan, 12 tim bersaing...
Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan untuk Pekerja Cuci di Kuta Timu
Wali Kota Sabang kunjungi Siti Rohamah di Kuta Timu dan serahkan bantuan tunai serta peralatan cuci untuk me...
Bupati Asahan Tegaskan Sinergi Pemda Percepat Pembangunan
Bupati Asahan minta sinergi antar Pemda di Rapat Revisi UU 23/2014 untuk percepat pembangunan dan tingkatkan...
Koperasi Desak Eksekusi Putusan MA atas Lahan Eks PT Torganda
Koperasi mendesak eksekusi dua putusan MA atas 47.000 ha lahan eks PT Torganda; menuntut kepastian hak dan p...
Polrestabes Medan Gerebek Rumah di Jalan Jermal, Dua Orang Diamankan
Tim gabungan Polrestabes Medan menggerebek rumah di Jalan Jermal pada 30/10; ditemukan barang bukti narkoba...